PILIH VINA PANDUWINATA ATAU ORBA ?

 


Ditulis Oleh ;

Kalau Anda pilih Vina Panduwinata artinya kita akan melewati bulan September yang ceria dalam nuansa syahdu, damai dan bahagia - meski masih tetap prihatin dan waspada karena pandemi virus Corona.
"September Ceria" adalah lagu hits ciptaan James F Sundah yang selalu hadir di bulan September. James F Sundah dikenal juga sebagai penulis lagu "Lilin Lilin Kecil" yang mengorbitkan Chrisye alm.
"September Ceria" merupakan lagu ke dua dari album "Citra Pesona" yang dirilis tahun 1982. Masa itu saya masih jomblo. Di album yang sama ada lagu hit "Dunia yang Kudamba" dan "Rembulan".
Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata baru datang dari Jerman ketika sukses meluncurkan album "Citra Biru" dengan hitnya "Mawar Merah". Selanjutnya dia merilis album "Citra Pesona" (1982) dan "Citra Ceria" (1984) dengan lagu unik "Kumpul Bocah".
Vina bukan semata mata sukses merilis hits, putri diplomat Raden Panduwinata ini juga dikenal sebagai penyanyi festival. Tiga tiga kali berjaya di panggung kontes dan puncaknya lewat "Burung Camar" memenangi Kawakami Prize pada World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang pada 1985. Vina Panduwinara juga mencetak hits lewat "Surat Cinta" (1987) dan "Aku Makin Cinta" (1996) .
Bersama Mama Vina kita akan melewat September dengan indah. Lagu "September Ceria" yang sudah menganlun selama 38 tahun - tapi tetap enak didengar sepanjang massa. Sebagamana "Angin November" (Emillia Contessa), "Desember Kelabu" (Maharani Kahar) dan "Memori di Bulan Januari" (Jayanti Mandasari) dan sajak "Hujan di Bulan Juni" (Sapardi Djoko Damono) yang baru lalu.
Di kalangan generasi milenial "September Cerita" sedang jadi viral sebagai "lagu kebangsaan" bulan ini.


AKAN TETAPI jika Anda memilih Orba dan Cendana sebagai motornya maka bulan September Anda akan menjadi bulan indoktrinasi anti Komunis - bulan pemutaran film G30 S PKI, sembari menghidupkan hantu Komunis versi rezim Orba dan pendukungnya.
Setelah tak lagi diputar di TVRI dan swasta, bioskop bioskop masih tutup operasi, konon film G30-S / PKI akan diputar di masjid masjid.
Begitulah Orba yang didukung kadrun. Jalanan dipakai shalat, lapangan Monas dipakai tawaf, bioskop untuk kampanye gubernur dan mutar film.
Mau apa lagi? Memang cuma itu modalnya. Selama 32 tahun berkuasa (1966 - 1998), membunuh jutaan orang yang tak melawan - memenjarakan ratusan ribu tanpa pengadilan - merampok negara dan menjual kekayan alam pada kapitalis dan menakuti rakyat dengan ancaman PKI - Komunis - Anti Pancasila dan Antipembangunan. Jargon jadul, basi - yang terus diulang.
Dan pada masanya rakyat jelata tak melawan karena akan berhadapan dengan tentara Koramil - Kodim dan Kopkamtib, Laksusda. Rotan, sepatu lars dan panser dari rezim militer Orba yang bengis.
Kini dengan uang jarahan negara yang berlimpah, sisa sisa penopang Orba dan pendukungnya mengongkosi kadrun didukung Islam Trans Nasional (Wahabi, Ikhwanul Muslimin dan HTI) terus mengobarkan kebencian pada almarhum PKI dan Komunis, memanipulasi sejarah dan memperalat anak anak kemaren sore yang buta sejarah.

TAK JEMU JEMU saya mengabarkan bahwa Indonesia dimerdekakan oleh tiga kelompok besar yakni kelompok kiri Sosialis Komunis (Tan Malaka Syahrir cs) - kelompok Nasionalis Moderat (Sukarno - Hatta) dan kelompok kanan Islamis (SM Kartosuwiryo cs).
Baik pun Komunis dan Islamis sama sama pernah memberontak kepada pemerintahan yang sah. Dan masih menjadi ancaman laten.
Kelompok Kiri menginginkan Indonesia menjadi negara komunis dengan memberontak di tahun 1948 dan 1965, dipimpin Muso dan Aidit.
Sedangkan kelompok kanan mendirikan Darul Islam (DI) dan membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) di Tasikmalaya (SM Kartosuwiryo), Kalimantan Selatan (Ibnu Hajar) dan Sulawesi Selatan (Kahar Muzakar) serta Aceh (Daud Beureuh).
Aksi DII / TII merongrong negara yang sah lewat perlawanan bersenjata merebak sejak 1949 hingga 1960. Aksi DII / TII ditumpas dan berakhir dengan ditangkap dan dihukum matinya SM Kartosuwiryo di Pulau Seribu, 1962.
Namun ideologinya tetap hidup bahkan sekarang bangkit lagi lewat "New DI / TII". Sementara Komunis sudah bangkrut di seluruh dunia.
Kini dengan menyamar sebagai gerakan dakwah dan kampanye antikomunis, didukung sisa sisa rezim Orba dan kelompok sakit hati yang kehilangan jabatan mereka menyanyikn lagu usang, lagu lama antiPKI - merusak bulan September yang seharusnya ceria. ***

Komentar

Opini

KERIS JAWA DI MASA DAMAI,

Puisi - Puisi Trisa,

SOSOK SRIKANDI INDONESIA YANG MENDUNIA