FACHRUL RAZY, ANDA JANGAN MEMBEBANI :

 


Ketika ramai isu akan ada pergantian kabinet (reshuffle), saya termasuk yang berharap agar ada penyegaran di Kabinet Indonesia Maju. Terus terang, saya berharap Menteri Agama Fachrul Razi jadi target prioritas yang harus untuk diganti.
Sejak menjabat Menag kinerjanya menyebalkan. Dia maju mundur, mencla-mencle. Plintat plintut. Tidak bernyali.
Fachrul Razy, pensiunan jendral bintang empat, dan mantan Wakil Panglima TNI awalnya gemar bikin pernyataan tegas - jelas - pro Pancasila dan NKRI, tapi ketika mendapat respon keras publik, dia koreksi lagi. Mengkeret.
Tak ada nyali eksekusi. Cuma gertak gertak saja. Banyak basa basi. Plintat plintut. Bikin blunder.
Nampaknya meski berlatar belajang militer, kualitas TNI lulusan Akmil 1970 ini abal abal! Di panggung politik sesungguhnya nyalinya gampang ciut.
Dengan latar belakang non ulama saya berharap dia jadi menteri bagi semua agama - independen dan mengayomi semua umat. Nyatanya pengharapan saya cepat lunturnya.



Teringat saya pada gebrakan pertama di Kemenag RI adalah saat menyatakan ingin membatasi penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah.
"Kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan. Apalagi kejadian [penusukan terhadap] Pak Wiranto yang lalu," ucap Fachrul Razy dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (30/10).
Salut dengan pernyataan itu! Sepenuhnya benar. Sudah saatnya! Namun ketika datang serangan kritik, dia mengkerut bagai krupuk. "Saya juga suka pakai celana cingkrang, " katanya mengkeret.
Kedua, Fachrul Razy menolak memberi rekomendasi bagi FPI dan ormas keagamaan lainnya yang mendukung khilafah. Dia menolak perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI). Wah ini baru menteri, pikir saya saat itu.



Namun menjelang Reuni Akbar 212, Fachrul memberi rekomendasi untuk FPI. Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada 27 November 2019.
Mantan pentolan relawan Bravo 5 ini menyebut FPI telah menandatangani surat pernyataan mengakui Pancasila dan NKRI. Waduh!
Sehingga Fachrul memberi rekomendasi tersebut kepada Mendagri Tito Karnavian.
"Tadi ngomong FPI, saya mengatakan bahwa saya yang pertama mendorong FPI untuk bisa diberikan izin lagi," ucap Fachrul dalam pidato pembukaan Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam Tingkat Nasional di Hotel Ardyaduta, Jakarta, Rabu (27/11).
Betul betul ngeselin !!
Ketiga, Menag menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Aturan itu mengharuskan pendaftaran majelis di kantor Kementerian Agama untuk dapat Surat Keterangan Terdaftar.
Sejumlah pihak mengkritisi aturan itu dan menyebutnya bak Orde Baru yang mengekang kebebasan warganya untuk beribadah, serta dapat mempersulit majelis.
Fachrul Razy mengklaim aturan itu hanya untuk mempermudah pemberian bantuan dari pemerintah. Ia pun menegaskan tak akan menarik aturan itu.
Keempat, Kemenag merombak pelajaran agama Islam, terutama terkait khilafah. Bentuknya, perombakan 155 judul buku pelajaran agama Islam. Beberapa di antaranya dirombak karena mencantumkan konten khilafah.
Belakangan, Fachrul menyampaikan kebijakan itu telah dirumuskan sejak masa Menag Lukman Hakim Syaifuddin.
Langkah kontroversial kelima Fachrul Razy saat menggagas sertifikasi penceramah guna merespons gerakan radikalisme yang sudah masuk ke mimbar-mimbar masjid.
Menurutnya, saat ini banyak penceramah yang membodohi umat dengan menggunakan dalil-dalil agama.
Itu juga benar. Memang sudah seharusnya! Kalau pilot, pengacara, guru, wartawan, cheff disertifikasi dan diuji kompetensinya - mosok ustadz yang mencuci otak umat, memengaruhi masyarakat, tidak?
Tapi lagi lagi cuma gertakan!
Belakangan dia menegaskan tak ada paksaan untuk mengikuti sertifikasi. Tidak wajib. Lhaah, apa gunanya?



"Diusahakan tahun ini, jangan lama-lama mulainya, ya. Tapi kembali digarisbawahi sukarela, yang mau ikut, ikut, yang enggak, enggak," tutur Fachrul kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/10).
Terus kalau tak ada keharusan sertifikasi, ustadz ustadz bangor, penjaja khilafah, AntiNKRI, bebas aja merusak otak generasi muda, ya?!
Terakhir pernyataannya tentang gerakan radikal lewat figur "good looking". Orang orang yang berparas rupawan - cantik dan ganteng, public figure - model, pesinetron dan musisi - yang berdakwah tapi menjerumuskan ke ajaran radikalisme.
Fachrul Razy menyatakan, cara paham radikal masuk adalah melalui orang yang berpenampilan baik atau "good looking" dan memiliki kemampuan agama yang bagus.
"Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-orang orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid. Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan," ucap Fachrul.
Lagi lagi pernyataannya kemudian dikoreksi.
KRITIK SAYA sebagai pendukung pemerintah pada Menteri Agama yang masih menjabat ini adalah : kalau sudah bikin kebijakan laksanakan dengan konsisten! Hadapi resikonya! Jangan mencla-mencle!
Kalau sudah niat melabrak dan "nyerang" pihak yang dianggap tidak benar, jangan mundur. Demi Pancasila dan NKRI! Jangan ragu ragu. Jangan mlintir mlintir. Plintat plintut. Dikoreksi melulu.
Mana jiwa jendralmu? Mana militansi tentaramu? Jangan bikin malu korps! Jangan membebani kabinet. Jangan rusak citra pemerintah.
Malu dong sama Menko Polhukham Prof. Dr. Mahfud MD - sosok sipil berjiwa jendral.
"Saya tantang siapa pun yang mau diskusi tentang negara khilafah !" katanya di teve.
Tak ada yang berani maju sampai kini.
Itu baru jendral ! ***

Dikutip Dari Akun Facebook ;

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,