BAGAIMANA PAPUA JIKA JOKOWI TIDAK LAGI MENJADI PRESIDEN?

 


Setiap Kepala Negara yang pernah memimpin Indonesia, tentu memiliki gaya dan kebijakan yang berbeda dalam mengatasi persoalan yang ada di Papua. Dan cara itu sudah dilakukan dari generasi ke generasi sebelum Jokowi. Dan ternyata belum juga memberikan solusi yang efektif. Karena aksi secara gencar masih dilakukan oleh kelompok seperatis Papua Merdeka beserta kroni-kroninya menuntut Papua merdeka, kini berangsur-angsur tensinya mulai menurun setelah beralih era Pemerintahan ketangan Jokowi.


Jokowi sosok pemimpin asal Solo yang sangat dikenal sangat sederhana dan jujur itu, ternyata memiliki jurus lain yang jauh berbeda dengan 6 Presiden sebelumnya dalam menghadapi persoalan rumit di Papua. Kerja keras, keberanian, komitmen dan tangan dingin Jokowi mencoba dengan cara khasnya “blusukan”. Jokowi sama sekali tidak pernah putus asa terus dan terus bertemu langsung rakyat Papua keseluruh pelosok terpencil yang ada disana untuk berdialog.

Selain berdialog, Jokowi meyakinkan ke rakyat Papua bahwa ia akan mewujudkan janji-janji itu bukan hanya rakyat Papua saja tetapi seluruh rakyat Indonesia sebagai wujud kepeduliannya terhadap Indonesia, yang lebih khusus lagi rakyat Papua melalui program “Nawacita” yang sebelumnya digagas oleh Sang Proklamator Bung Karno. Sebab Jokowi tahu bahwa sesungguhnya Papua sudah terlalu lama kurang mendapatkan porsi perhatian yang cukup dari Presiden-presiden sebelumnya.


Sedangkan Papua menurut Jokowi adalah surga Kecil yang diturunkan ke bumi yang menjadi bagian yang tidak rerpisahkan dengan NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah, overflow. Dalam masa periode terakhirnya tak heran jika Jokowi begitu dicintai dan mendapatkan apresiasi yang begitu luar biasa dari rakyat Papua.


Kecintaan mereka terhadap Jokowi sama halnya dengan Jokowi yang begitu mencintai Papua sehingga tak henti-hentinya beliau berkunjung ke Papua, bahkan jauh lebih sering dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Karena Jokowi ingin melihat dan memastikan sejauhmana programnya bermanfaat dan bisa dirasakan langsung sekaligus membuat rakyat Papua tersenyum. Sebab senyum rakyat Papua, itulah yang dirindukan Jokowi.



Coba bayangkan dari 6 Presiden sebelumnya, hanya Jokowi yang mampu mewujudkan impian rakyat Papua mulai dari PT Freeport Indonesia kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dimana berpuluh-puluh tahun lamanya dikuasai Amerika. Pembangunan infrastruktur jalan raya, bandara, pelabuhan, ketersediaan energi listrik, penerapan program BBM Satu Harga.

Bukan hanya itu, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat yang akan berdampak bukan hanya kesejahteraan untuk rakyat Papua saja tapi juga rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga pulau Rote. Semua ini fakta bukan retorika bahwa bahwa itulah kerja keras era pemerintahan Jokowi.

Wilayah pegunungan tengah Papua yang begitu sulit kondisi geografisnya dan mengalami ketertinggalan dan ketimpangan pembangunan yang sangat lebar dengan daerah lain terutama di luar Papua juga mendapat perhatian prioritas seperti jalan raya, jembatan, dan lapangan terbang kini dibangun di wilayah Pegunungan tengah Papua seperti ruas jalan Trans Papua yang menghubungkan Kenyam Kabupaten Nduga menuju Wamena Kabupaten Jayawijaya sejauh ratusan kilometer.


Di bidang perhubungan, Kementerian Perhubungan kini terus menggenjot pembangunan sejumlah bandara di pedalaman Papua seperti Bandara Wamena, Bandara Dekai Yahukimo, Bandara Ilaga, Bandara Kenyam, Bandara Asmat, Bandara Timika, Bandara Wagete, Nabire dan lainnya. Semua daerah-daerah yang selama puluhan tahun terisolasi itu kini mulai dibuka sehingga masyarakat dari kampung-kampung terpencil yang ada di lereng-lereng gunung, lembah-lembah, rawa-rawa sudah bisa bepergian ke mana-mana. Termasuk para kelompok seperatis Papua Merdeka satu persatu turun gunung dengan menyatakan bergabung kembali dengan NKRI.

Semuanya tidak terlepas impian Jokowi didalam mewujudkan program Nawacita yang digagas sebelumnya Bung Karno selaku Bapak Proklamator didalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, terlebih khusus lagi didalam meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat Papua yang selama puluhan tahun lamanya tak tersentuh.

Dengan tangan dingin disertai sentuhan kasih sayang Bapak Jokowi, kini wajah Papua berubah drastis. Paradigma bahwa Papua sebagai daerah yang tertinggal dan masih banyak suku yang primitif seketika itu juga lenyap ditangan dingin presiden Jokowi. Papua menjelma menjadi daerah yang sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia.


Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa dulu kakek Iriana Widodo adalah seorang guru yang pernaj mengajar ditanah Papua bertahun tahun lamanya, maka tak heran jika sang cucu (istri presiden Jokowi) lalu diberi nama " Iriana " karena saat itu masih bernama Irian jaya. Kemungkinan inilah yang membuat Bu, Iriana sering mendampingi suaminya setiap berkunjung ke Papua, dan jawaban pastinya hanya Ibu Iriana yang tahu.



Sayangnya presiden Jokowi hanya memiliki mandat rakyat hanya hingga akhir tahun 2024! Sedangkan rakyat Papua masih terus merindukannya untuk menyelesaikan program-program mega proyeknya yang begitu luar biasa mulai dirasakan mafaatnya, bukan hanya masyarakat di Bumi Cendrawasih saja melainkan wilayah-wilayah lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Lalu bagaimana Indonesia khususnya Papua sekiranya Jokowi tidak lagi menjadi Presiden pada periode 2024-2029? ***

Tulisan ini sudah dimuat sebelumnya di halaman Kompasiana tanggal 2 September 2020
BAGAIMANA PAPUA JIKA JOKOWI TIDAK LAGIMENJADI PRESIDEN?


Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,