Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

IRONIS,

Gambar
Ironis memang Negeri ini, sosok pemimpin yang membawa perubahan begitu dibenci dan selalu ingin dihentikan langkahnya dalam memajukan negerinya sendiri. Bukankah sosok pemimpin seperti ini begitu sulit ditemukan lagi, bahkan 50 tahun dan seabad pun akan sulit, terkecuali dalam satu bangsa dianugrahi oleh yang maha kuasa seorang pemimpin seperti beliau.

Mulai dari kesederhanaan, kejujuran, kesabaran, kesantunan dan kepemimpinannya begitu tulus dan ikhlas yang tidak mengenal kata lelah apalagi berkeluh kesah dalam mengemban amanat yang diberikan oleh mayoritas rakyat Indonesia kurang lebih 85.607.362 yang memilihnya untuk memimpin negeri ini hingga akhir tahun 2024.

Sekali lagi sungguh ironis, pemimpin yang memiliki komitmen dan integritas dalam memberikan yang terbaik demi bangsa dan negaranya yang begitu dicintainya lalu begitu disia-siakan. Seharusnya bangsa ini bersyukur dan memberinya kesempatan hingga akhir masa periodenya, bukan sebaliknya terus menerus diusik dengan fitnah dan den…

TANAH, AIR,API DAN UDARA,

Gambar
Hai langit malam, ini masih terlalu cepat untukmu berlalu, meski awan sehari membuatku sesak pada langkah-langkah ini. Hai angin pagi, membunuh letih setelah sehari lelah bertarung, kini embun menatap jatuh pada dahan kesunyianku, dan mengatakan cinta tak hanya cukup sebuah rindu. 
Dan terkadang kita terlalu berdamai dengan angan-angan muluk menenangkan sebuah pertarungan rasa yang sebenarnya kita Cemas! Bukan aku sudah tak perduli kepada apa itu kehidupan dunia, namun sungguh mata ini sudah kering untuk meneteskan air mata, ketika kita hanya berjejak saling menyilang kaki nyali.
Berjalan seolah-olah kita pahlawan membawa sekuntum kemenangan! Aku masih melihat banyak lorong-lorong dingin dipeluk oleh mereka orang-orang pinggiran. Mendekap anaknya yang masih bayi agar tak tertekan tangis karena perutnya lapar.
Aku juga masih melihat banyak tangis-tangis bisu, melolong berteriak :
Kita yang terampasKita yang terbuangKita yang tak dianggapDan kita yang dihempaskan oleh kenyataan.
Karena mi…

BAGAIMANA PAPUA JIKA JOKOWI TIDAK LAGI MENJADI PRESIDEN?

Gambar
Setiap Kepala Negara yang pernah memimpin Indonesia, tentu memiliki gaya dan kebijakan yang berbeda dalam mengatasi persoalan yang ada di Papua. Dan cara itu sudah dilakukan dari generasi ke generasi sebelum Jokowi. Dan ternyata belum juga memberikan solusi yang efektif. Karena aksi secara gencar masih dilakukan oleh kelompok seperatis Papua Merdeka beserta kroni-kroninya menuntut Papua merdeka, kini berangsur-angsur tensinya mulai menurun setelah beralih era Pemerintahan ketangan Jokowi.

Jokowi sosok pemimpin asal Solo yang sangat dikenal sangat sederhana dan jujur itu, ternyata memiliki jurus lain yang jauh berbeda dengan 6 Presiden sebelumnya dalam menghadapi persoalan rumit di Papua. Kerja keras, keberanian, komitmen dan tangan dingin Jokowi mencoba dengan cara khasnya “blusukan”. Jokowi sama sekali tidak pernah putus asa terus dan terus bertemu langsung rakyat Papua keseluruh pelosok terpencil yang ada disana untuk berdialog.
Selain berdialog, Jokowi meyakinkan ke rakyat Papua bahw…
Gambar
INDONESIA adalah bangsa besar, yang tersebar diribuan pulau. Dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas hingga pulau Rote yang telah dibangun oleh para leluhur bangsa ini dengan menjadikan sebuah rumah besar bernama Indonesia. Indonesia dibangun di atas pondasi keberagaman dari ribuan suku, ribuan budaya, tradisi, bahasa yang berbeda-beda termasuk keyakinan agama dalam satu tenun kebangsaan bernama "Bhineka Tunggal Ika". Masyarakatnya hidup saling menghormati, menghargai, toleransi sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hak azasi. 

Namun di sayangkan, seiring dengan usia perjalanan kemerdekaan kita ke 75, justru terusik, ternodai bahkan tercabik-cabik dengan munculnya kelompok-kelompok intoleran berkedok dan bernuansa agama yang tumbuh subur di negeri ini selama 10 tahun terakhir pasca tumbangnya Orde Baru.
Hidup saling mengkafirkan, saling mencaci, saling menghujat, memfitnah sesama anak-anak bangsa tak terelakkan lagi. Bahkan secara terbuka kelompok ini mengepung bangsa in…

Wajah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Dipoles Dengan Model Kuk-kupu

Gambar
Setelah bandara udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mengalami overload kapasitas, dimana jumlah penumpang tidak mampu lagi mengimbangi laju layanan peberbangan yang terus meningkat bahkan berkali-kali lipat. Akhirnya PT Angkasa Pura I menunjuk PT Wijaya Karya Tbk untuk menyelesaiakn megah proyek bergaya modern yang renovasinya ditargetkan rampung pada April 2021 mendatang.Pembangunan bandara ditanah air tidak terlepas dari strategi Bapak Presiden Jokowi terus mempercantik bandara-bandara di seluruh Indonesia untuk sebuah kharisma dan jati diri bangsa agar agar bangsa lain tak memandang INDONESIA dengan sebelah mata.

Dan sebentar lagi Indonesia timur akan memiliki bandara yang megah. Bandara Sultan Hasanuddin hingga saat ini terus dipercantik dan tak kalah cantiknya dengan bandara-bandara yang ada didunia. jika suatu saat anda mampir dan berkunjung ke Kota Makassar anda akan kagum dan terpesona, dimana pengembangan dan perluasan terminal penumpang domestik yang sudah ada (exi…

Tantangan dalam Membangun Karakter Bangsa di Era Milenial

Gambar
Era sudah berubah, digitalisasi dan informasi sudah menjadi kebutuhan dalam pemenuhan segala aspek peradaban didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Digitalisasi dan informasi bahkan sudah merekat dalam keseharian kita. Sehingga mau tak mau, suka atau tidak suka sudah harus menjadi pilihan! Fenemona ini sudah menjadi fakta dimana saat musibah covid 19 melanda dunia membuat seluruh aspek kehidupan manusia seketika itu harus berubah semuanya. Sama halnya perkembangan dan kemajuan teknologi dan informasi, baik disaat masa pandemi covid 19 dan sebelumnya sudah menimbulkan beragam dampak.
Mulai dampak positif yang konstruktif, dan dampak negatif, tapi dari sisi kemajuan jelas akan mendatangkan manfaat besar dimana memudahkan segala hal, namun di sisi lain akan mendatangkan dampak negatif, dimana dampak yang mengkhawatirkan adalah rusaknya generasi bangsa jika tak mampu membendungnya dengan sikap kritis dan selektif terutama dalam hal munculnya pemahaman ideologi diluar ideolgi bangsa yan…

BUMN BUTUH SOSOK SEPERTI AHOK,

Gambar
Penjara 2 tahun di Mako Brimob yang AHOK jalani dalam kasus penistaan agama, ternyata sama sekali tidak membuat AHOK berubah. AHOK tetap AHOK, ia sosok pemimpin jujur dan pemberani yang terus dimusuhi di negeri ini oleh para bandit-bandit penikmat uang rakyat. AHOK, tak mengenal istilah abu -- abu, apalagi kompromi atau semacamnya dalam melihat ketidakbenaran akan disikat. Setelah AHOK dipenjara, kini gilirannya mendapatkan kepercayaan dari negara untuk membesarkan BUMN Pertamina dengan jabatan tidak tanggung-tangung Komisaris Utama. Lalu dengan jabatan itu tiba-tiba AHOK bersuara lantang, dan suara itu tetap sama kerasnya disaat menjabat Gubernur DKI Jakarta 2017. Kalau sudah bersuara, ya begitulah karakter AHOK. Ngomong tanpa rem, dan mengatakan benar adalah benar dan salah dia katakan salah. Titik. Ini sudah menjadi prinsip hidup AHOK, dimana pilihan hidup itu cuma ada dua. Benar atau salah. Hitam atau putih, dan kejujuran menurutnya adalah hal yang paling utama. Semahal apapun nil…