SURAT TERBUKA Organisasi Papua Merdeka (OPM), Buat Presiden RI. JOKO WIDODO,

 "Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI….."

“Setelah bertahun tahun lamanya kekayaan alam kami di rampas, di kuras dan di peras oleh perusahaan-perusahaan tambang, sehingga dampak tambang tersebut, ekosistem alam kami pun jadi ikut rusak sedemikian hebat. Otomatis kami protes dan memberontak, karna kami mencintai tanah warisan leluhur kami di mana jiwa kami telah menyatu dengan alam. Rusaknya alam kami, berarti rusaknya jiwa raga kami.

Kami memberontak tapi kami tidak berdaya melawan senjata penguasa. Kami cuma bisa melihat dari jauh, kami cuma bisa menangisi bumi yang di anugrahkan Tuhan untuk kami jaga dan kami rawat dirusak dan di perkosa oleh penguasa yang tamak. Tanah yang sudah turun temurun kami diami di porak porandakan. Tanah yang di wariskan nenek moyang kami sudah di kotori oleh tangan tangan besi yang menghunuskan senjatanya untuk membunuh saudara saudara kami yang memberontak mempertahankannya. Entah sama siapa lagi kami mengadu. Tidak ada yang peduli.

Melelui surat terbuka OPM ini, kami nyatakan kami terus berdoa supaya lahir seseorang pemimpin yang peduli dengan tanah kami, nasib kami, penderitaan kami dan masa depan kami. Kami percaya kalau Tuhan Tidak pernah tidur.

Ketika kekayaan alam kami diambil, tanah kami jadi rusak, apa yang kami dapat? Nothing.

Kami seperti sapi perah penguasa, susu kami di peras dan kami di tinggalkan. Tidak ada konpensasi nyata dari penguasa membangun tanah kami yg katanya juga “Indonesia”. Semuanya cuma janji-janji pembangunan, janji janji kesejahtraan. Tapi buktinya, nol sama sekali.


 


Kami sadar kalau kami sudah diperdaya oleh penguasa yang kami harapkan jadi tempat kami mengadu dan bernaung. Sehingga kami yang dianak-tirikan ini pun putus asa, lalu kami berinisiatif membangun perlawanan dengan apapun yang kami punya dan apapun yg kami tahu. Walaupun dengan senjata seadanya, tapi kami punya kekompakan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Tekad kami, kami ingin berpisah dari NKRI.

Kami menyebut diri kami sebagai organisasi papua merdeka yg kami singkat dengan OPM sebagai kelompok pemberontak, dan kamilah yang menulis surat terbuka OPM ini supaya bisa sampai pada Bapak Jokowi.

Tanah kami yg subur, yang berlimpah kekayaan alamnya, harus kami perjuangkan meskipun harus menyabung nyawa. Katanya “Indonesia” tapi kami tidak di perhatikan sama sekali. Yang kami tahu Indonesia itu ada di pulau jawa, bukan tanah papua atau sabang sampai merauke seperti di lagu kebangsaan itu. bukan…!

Buktinya, pulau jawa yang lengkap fasilitasnya, lengkap pembangunannya. Harga BBM mencapai Rp120 ribu, kami tidak demo, kebutuhan pokok selangitpun kami tidak demo. Kami tidak diajarkan untuk mengeluh, kami di tempah sebagai pribadi yang tangguh manghadapi kerasnya kehidupan. Kami terbiasa hidup seadanya, terbisa hidup di hutan, bangunan rumah dari gubuk seadanya tanpa penerangan. Kami tidak mengenal bangunan yang terbuat dari tembok semen, karna harga semen bisa mencapai Rp 2 juta per sak di papua. Tapi bukan berarti kami ingin terus terusan hidup seperti ini, kami juga ingin maju seperti yg lainnya.Kami juga ingin anak anak kami kelak bisa merasakan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan kami yg sekarang. itu doa kami…..

Ternyata doa kami di jawab Tuhan. Doa lahirnya pemimpin yang peduli dengan rakyatnya, yang mengerti dengan penderitaan rakyatnya yg hampir putus asa. Pemimpin yang jujur dan adil, yaitu bapak Jokowi. Bapak jokowi jadi penguasa bangsa ini sehingga tanah kami, alam kami, kesejahteraan kami, keluhan kami, semua bapak perhatikan dan bapak buktikan lewat pembangunan infrastruktur dan program program lain yg memajukan dan mensejahterakan kami ke depan. Kami OPM yang sebelumnya memberontak ingin berpisah, akhirnya memutuskan kembali ke pangkuan NKRI…..

Bapak Jokowi anugrah terbesar bagi kami masyarakat papua. Bapak sudah membangun tanah kami dan kami akan membesarkan anak-anak kami dengan sehat dan menberitahukan pada mereka kalau papua juga bagian dari NKRI.

Yang lebih penting, suatu saat nanti, kami dengan bangga menceritakan kelak pada anak cucu kami kalau dulu pernah ada presiden yg jujur, adil dan berjasa besar membangun negara, membangun papua bernama “Joko Widodo” di Indonesia. Sejarah ini akan jadi legenda yg tak terlupakan di bumi cendrawasih kelak……

Kami berjanji, kami siap berjuang mendukung bapak kembali memimpin negara ini 5 tahun ke depan. Biar Indonesia, biar papua semakin maju dan terus maju, di segani dan di hormati di dunia internasional.

Terima kasih pak Jokowi, kami anak-anak papua menyatakan kalau kau adalah “Bapak” orang papua…

GOD BLESS YOU Godfather joko Widodo.

Salam Dua Periode 

GJM (Surat Terbuka OPM)
Sumber;
SURAT TERBUKA Organisasi Papua Merdeka (OPM), Buat Presiden RI. JOKO WIDODO,


 

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,