SEMUA TENTANG KONTROL

 

Tak terlalu berlebihan bila agama dan budaya kita sebut sebagai sebuah sistem. Secara sederhana, agama atau budaya, biasanya berdampingan dengan sejarah atau perjalanan hidup sebuah masyarakat. Harusnya, selalu berhubungan dengan nilai-nilai kebaikan. Namun, ketika otak kotor manusia justru menggunakan agama demi hal-hal tak baik, agama sangat berpotensi menjadi sarana sempurna meruntuhkan peradaban manusia.

"Loh koq?"

Pernah dengar istilah "dark ages"? Periode ini, dalam pembagian waktu yang biasa dipakai ketika mempelajari sejarah dunia,  adalah masa dintara setelah jaman Kekaisaran Romawi runtuh dan Renaisance yakni antara tahun 500 hingga tahun 1000, atau biasa juga disebut dengan istilah abad pertengahan. Tidak semua ahli sejarah sepakat dengan terminologi "dark ages" atau "masa kegelapan" karena konotasi negatif yang ditimbulkannya. 

Namun, fakta sejarah memang berbicara demikian. Ada masa kemunduran bangsa eropa karena agama mendominasi seluruh kehidupan mereka pada periode itu. Perselingkuhan agama dan politik menempatkan para imam dan penguasa menjadi "tuan-tuan" dari rakyat. Menjadi wakil Tuhan bagi rakyat yang adalah pendosa. Agama adalah satu-satunya kebenaran, dan kitab suci adalah sumber dari segala sumber hukum.

Interpetasi atas kitab suci sebagai acuan hukum adalah milik para imam, kekuasaan menjaga hukum dan moral rakyat terletak pada penguasa yakni raja dan keluarganya. Pengetahuan lain diluar pemahaman Kitab Suci adalah haram hukumnya. Jadilah Eropa mundur semundur mundurnya, sementara Islam yang lahir pada abad 6 justru tancap gas dan hingga mencapai puncak kejayaannya dalam bidang ilmu pengetahuan yakni abad 8 saat dinasti Abbasiyaah hingga abad 13.

Islam sebagai agama baru, sangat terbuka dan menghargai kemampuan olah pikir dan nalar manusia. Islam mendorong batas kemampuan berpikir yang dimiliki manusia  pada titik jauh melampaui jamannya. Ibnu Sina sebagai filsuf, Al-Hasan bin Haitsam seorang peletak dasar bidang astronomi dan pengetahuan tentang optik seperti kamera "obscura" hingga Harun al-Rosyid sebagai Khalifah ke 5 yang berperan sangat besar dalam mendorong kemajuan olah pikir manusia, adalah tentang catatan sejarah yang tidak dapat disangkal.

Eropa tersungkur dan terjebak pada dogma agama dan tujuan hidup didunia semata mata hanya demi surga yang dijanjikan di akhir jaman nanti.

 

"Koq kebalik sekarang?"

Siapa yang mengerti tentang rasa apel adalah tentang orang yang pernah makan apel. Orang yang pernah menderita dan jatuh, adalah mereka yang tahu bagaimana rasanya jatuh dan tak berdaya. Demikianlah ide meruntuhkan kekuasaan Khilafah Ustmaniyah yang demikian besar dan kuat yang berpusat di Turki awal abad 18 oleh Eropa (Inggris) dengan cara seperti apa yang pernah membuatnya jatuh, diagendakan.

Tak terlalu berlebihan bila absolutisme agama yang pernah menghancurkannya, menjadi model bagi ditranformasikannya ide ini pada Islam demi menghancurkan Islam (Khilafah Utsmaniyah) itu sendiri. Eropa maju dengan pesat setelah menyadari kesalahannya dan diawali pada jaman Renaisans sebagai titik balik. Renaissance istilah dari bahasa Perancis yang bermakna kembali pada budaya klasik, yakni budaya Yunani-Romawi, adalah tentang kerinduan masyarakat Eropa saat itu terhadap masa lalu mereka yang mengedepankan olah pikir.

Awal abad 18 Kerajaan Inggris yang sudah berubah menjadi salah satu kekuatan besar di Eropa, terhalang oleh kekuasaaan Utsmaniyah di Turki sebagai negara dengan wilayah kekuasaan sangat besar dan tak mungkin dilawan dengan kekuatan militer semata. Menghancurkan dari dalam adalah solusi paling masuk akal. Mencari partner yang dapat diajak menusuk kaumnya sendiri, adalah pintu masuk. Menularkan bagaimana sakitnya dogma agama, adalah solusi brilian. 

Bukan tentang paham agama yang benar dan yang tidak benar, ini adalah tentang usaha menjadikan umat mengamini agama sebagai satu-satunya kebenaran, dan kitab suci adalah sumber dari seluruh hukum yang ada seperti yang pernah bangsa barat alami.

Di luar itu, salah!

Jadilah Wahabi solusi tentang Islam yang paling murni. Wahabi atau lebih tepatnya Wahhabisme atau Salafi adalah sebuah aliran reformasi keagamaan dalam Islam. Aliran ini berkembang dari dakwah seorang teolog Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Najd, Arab Saudi.  Aliran ini digambarkan sebagai sebuah aliran Islam yang "ultrakonservatif", "keras", atau "puritan". Aliran ini mengajak umat kembali hanya kepada agama dan kitab suci secara murni.

Dukungan Syeikh Dir’iyyah, Muhammad Saud kepada Ibn Abdul-Wahhab dikemudian hari adalah tentang cikal bakal Kerajaan Arab Saudi pada abad 19 nanti. Dan benar, kelompok ini pada 1801, menyerang Karbala Irak dan menghancurkan makam Imam Husein bin Ali (cucu Nabi Muhammad Saw). Budaya apapun yang berhubungan dengan pemakaman yang tak sesuai dengan iman mereka adalah salah. Petualangan kelompok inipun bahkan berhasil merebut dan menguasai kota Mekah dan Madinah sebagai bagian dari wilayah kekuasaan Utsmaniyah. 

Penghancuran terhadap banyak hal di kota ini yang tak sesuai dengan paham mereka sekali lagi dilakukan.

Dan baru pada 1818, angkatan perang Mesir, pasukan yang setia kepada Utsmaniyah yang dipimpin Ibrahim Pasha (putra penguasa Mesir) menghancurkan kelompok ini dan meratakan dengan tanah ibu kota Dir’iyyah.

" Apa buktinya kalau kelompok itu ada hubungannya dengan Inggris?"

Kepada siapakah kita memberi hadiah, kepada mereka yang berjasa dan akan terus memberi kita keuntungan. Setelah tanda-tanda Otoman semakin terdesak dan kalah pada perang dunia pertama, penguasaan seluruh timur tengah yang kaya akan sumber minyak adalah target berikutnya.  Menguasai Mekah dan Madinah adalah menguasai Islam. Memberikan kedua kota tersebut kepada siapa yang patut, kenapa bukan tentang kontrol?

Perjanjian Sykes-Picot pada 1916 dan Perjanjian Balfour setahun kemudian yakni tahun 1917 tak mungkin tentang kebetulan. Paling tidak, akibat perjanjian Sykes-Picot, telah menempatkan klan Saud-Wahab sekutunya sendiri menjadi penguasa Mekah dan Madinah pada tahun 1932.  Akibat perjanjian Balfour, negara Israel tiba-tiba lahir bak sulapan dan menempati wilayah Palestina pada 14 Mei 1948. Semua tentang kontrol. Kontrol agama dan minyak oleh kapitalis barat pemenang perang dunia pertama yakni Inggris, Amerika dan sekutunya.

Apakah hanya kebetulan semata kota tersuci itu dikuasia oleh kelompok yang dipilih dan disetujui barat? Apakah sebuah kebetulan bahwa satu tahun setelah wilayah yang sekarang bernama Arab Saudi diberikan kepada klan Saud-Wahab ditemukan ladang minyak terbesar dunia? Senaif itukah kita? Apakah kebetulan bila sampai hari ini Arab Saudi tak pernah menempatkan diri sebagai musuh Israel padahal  seluruh negara Arab melakukan itu?

Selamanya, Arab Saudi dan Israel akan terikat dengan barat. Benarkah kedua negara tersebut sebagai boneka barat, kebijakan akan nalar kitalah yang seharusnya berbicara. Yang pasti, Mekah sebagai kota suci agama Islam dalam kontrol Kerajaan yang berafiliasi dengan barat. Yang jelas, tempat suci itu kini dibawah kekuasaan klan Saud. Siapa Saud dan Wahab dan siapa pula dibelakang mereka, sejarah tak pernah berdusta.

Hari ini, sinar terang minyak sedang melangkah redup. Dunia sedang mengarah pada mineral bumi yang lain. 

Minyak tak serta merta akan menjadi air, namun hanya minyak yang menjadi rebutan, jelas bukan. Mineral bumi! Akankah para kapitalis masih akan menggunakan cara yang sama yakni memperkosa agama demi eksistensi diri sebagai bangsa terdepan? Semua tentang uang. Bila hal itu berbiaya murah, kenapa tidak? Jauh lebih mudah menaklukkan Indonesia negeri kaya mineral yang kini jadi lirikan dunia dengan menyuntikkan paham agama sama seperti yang sering mereka lakukan pada banyak negara lain.

Bukankah sebagian dari kita senang memandang bangsa Arab dengan sangat kagum seperti bangsa Arab dahulu memandang bangsa barat? Bukankah sebagian dari kita melihat bangsa Arab adalah tentang surga dimana kita sedang bermimpi? Bila benar, tak perlu kapitalis itu berkeringat, kita akan sudah saling pukul dan mereka dengan mudah akan meratakan kita, sama seperti mereka pernah lakukan di banyak negara di timur tengah, Afrika hingga Eropa timur. ***

RAHAYU

Dikutip Dari Akun Facebook:

Karto Bugel

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,