KAMI TIDAK MEMPUNYAI MASSA PENDUKUNG,

 


Sebuah aliansi yang bernama KAMI telah dideklarasikan pada hari Selasa tgl 18 - 08 - 2020 oleh para penggagas atau para pendirinya yang terdiri dari Din Syamsudin, Gatot Nurmantyo dan lain lain yg berjumlah sekitar 50 orang dengan track record buruk dalam dunia perpolitikan serta jabatan yg pernah mereka sandang di masa lalu.

KAMI adalah singkatan dari Koalisi Aliansi Menyelamatkan Indonesia tapi tidak diketahui secara jelas tujuan dari aliansi tersebut sebab tujuannya tidak satupun yang sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini.

Saat ini Indonesia dalam kondisi baik baik saja dalam situasi hubungan luar negeri atau dalam negeri. Hubungan luar negeri Indonesia tidak mempunyai masalah atau sengketa dengan negara negara tetangga atau negara lainnya, sedangkan dalam negeri walaupun saat ini sedang dilanda wabah pandemi covid-19 tapi Indonesia tetap terjaga ekonominya serta keamanan negara yang cukup kondusif.


Menurut pengamatan, KAMI sebenarnya hanyalah sebuah aliansi yg bersifat asal asalan dan untung untungan, disebut asal asalan karena sangat terlihat tidak mempunyai massa pendukung atau jaringan jaringan keluar dari Jakarta dan disebut untung untungan mekanisme gerakan hanya deklarasi yang mempunyai tujuan memprovokasi masyarakat yg tidak suka dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat oposisi.

Namun apa lacur ternyata gayung tidak bersambut yang artinya masyarakat tidak memberikan respon positif bahkan banyak masyarakat justru mencemooh serta mentertawakan gerakan atau deklarasi KAMI.

Singkat kata bandar rugi karena sudah membiayai dan membayar miliaran rupiah kepada para pemain ludruk tapi hasilnya NOL BESAR, tapi ada satu hal yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat yaitu hiburan segar yg membuat tertawa renyah ditengah tengah pandemi ini.

#KAMIWongEdan

20-8-2020

SW Basuki


Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,