7 Tokoh Indonesia Keturunan Tionghoa, Yang Berjasa Untuk Kemerdekaan Indonesia.

 

Kemerdekaan Indonesia dicapai atas kekuatan seluruh elemen masyarakat, mulai laki-laki, perempuan, orang tua, anak muda, semuanya terlibat untuk membebaskan bangsa dari jeratan para kolonialisme. Termasuk para keturunan Tionghoa yang sudah menetap di Tanah Air. 

Di Indonesia sendiri, bangsa Tiongkok pertama kali menjalin hubungan dengan pribumi lewat perdagangan. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak dari mereka yang menikah dengan pribumi dan mendapatkan keturunan sehingga akhirnya menetap di Tanah Air. Tanpa melihat ras dan suku, para pejuang keturunan Tionghoa ini bertarung mati-matian membela rakyat. 

Ada yang terjun di arena pertempuran, terlibat dalam ranah politik, hingga bergerak sebagai mata-mata dan tenaga medis. Oleh karena itu banyak keturunan Tionghoa yang menjadi tokoh nasional. Berikut 7 tokoh nasional keturunan Indonesia-Tionghoa yang berjasa pada nusa dan bangsa, tonton video selengkapnya;

https://www.youtube.com/watch?v=5rM7asjMf8A&feature=youtu.be




1.    Laksmana Muda TNI (Purn) John Lie,

Laksmana Muda TNI (Purn) John Lie atau Jahja Daniel Dharma merupakan seorang perwira tinggi Angkatan laut. Dia mengawali perjalanan hidup sebagai pelaut, ikut sebuah kapal dagang Belanda sebelum bergabung dengan ke Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi dan akhirnya menjadi Kapten di Angkatan Laut Republik Indonesia.

Jika berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama di Kalibata, Jakarta, maka akan menemukan nisan bertuliskan nama "John Lie" dan kerap dipanggil Daniel Dharma. Lahir di Manado pada 9 Maret 1911.

Salah satu kontribusi besar John Lie yang membuat namanya terkenal adalah ia berhasil menembus blokade Belanda di Sumatra dan menukar komoditas Indonesia dengan senjata. Kapal yang dipimpin oleh Laksamana Muda ini juga sangat lincah, selalu lolos dari bidikan musuh. 

Pada tahun 1950, Lie juga dikenal aktif dalam menumpaskan gerakan pecah belah Republik Maluku Selatan (RMS) dan pemberontakan PRRI. Masih banyak lagi kontribusi John Lie terhadap kemerdekaan RI. Itulah kenapa, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional di tahun 2009 lalu. 


2. Djiaw Kie Song

Peristiwa Rengas dengklok mungkin tak akan pernah terjadi tanpa adanya campur tangun Djiaw Kie Song. Dia rela membiarkan rumahnya dijadikan tempat penyanderaan Sukarno dan Hatta oleh para tokoh pemuda di antaranya Sukarni, Chaerul Saleh, dan Adam Malik pada Kamis, 16 Agustus 1945. Djiaw Kie Song adalah seorang petani biasa yang tinggal di Dusun Bojong, Rengasdengklok, Karawang.



3. Abdurrahman Wahid,

Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur pernah menyatakan bahwa dirinya memiliki darah Tionghoa dalam nadinya. Gus Dur memiliki garis keturunan dari Tan Kim Han yang menikahi Tan A Lok yang merupakan Saudara Raden Patah atau Tan Eng Hwa. Menurut sebuah riset, Tan Kim Han dikenal sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini.

4. Lauw Chuan Tho;


Merupakan salah satu pencetus Piagam Asimilasi yang menganjurkan agar warga keturunan Tionghoa sepenuhnya berasimilasi dengan masyarakat Indonesia. Lauw Chuan Tho memeluk Islam pada tahun 1979 dan mulai dikenal sebagai Junus Jahja. Selain itu dia juga menjadi penyokong berdrinya Masjid Lautze di Jakarta serta Yayasan Haji Karim Oei.


5. Siauw Giok Tjhan

Siauw Giok Tjhan lahir di Surabaya 1914 dan merupakan salah seorang tokoh pejuang yang berhasil membawa Indonesia keluar dari belenggu penjajahan Belanda.


6. Lie Eng Hok

Lie Eng Hok dikenal luas sebagai tokoh Perintis Kemerdekaan Indonesia pada masa pergerakan melawan penjajah Belanda. Dia merupakan salah satu tokoh yang memimpin pemberontakan 1926 di Banten.

Lie Eng Hok lahir di Balaraja, Tangerang, pada 7 Februari 1893. Ia adalah salah satu tokoh Tionghoa yang terlibat aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia mengawali kariernya sebagai jurnalis di surat kabar Tionghoa bernama Sin Po pada tahun 1910-an.

Namanya mulai dikenal pada tahun 1926 setelah mempelopori gerakan pemberontakan di Banten terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pada peristiwa itu, massa pribumi bergerak merusak jalan, rel kereta api, instalasi listrik, dan semua properti milik penjajah. 

Dalam pemberontakan ini, Lie Eng Hok diam-diam mengamati gerak-gerik pasukan Belanda dan mengirimkan informasi-informasi yang ia dapatkan kepada para pejuang. Karena tindakan tersebut, ia sempat ditahan dan diasingkan ke Boven Digoel (Tanah Merah), Papua selama lima tahun, yakni dari 1927 hingga 1932. 

Jasa-jasa Lie Eng Hok pun diakui oleh pemerintah Indonesia. Pada tahun 1959, dua tahun sebelum ia meninggal, pejuang tersebut diangkat menjadi Perintis Kemerdekaan RI. Ia kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. 

7. Soe Hok Gie

Soe Hok Gie mewariskan idealisme kokoh khususnya kepada para mahasiswa Indonesia yang rajin berdemo di jalanan untuk menentang pemerintah yang toidak mementingkan kepentingan rakyat.

Nama Soe Hok Gie mungkin sudah tak asing lagi bagimu. Meskipun tidak terlibat langsung dalam pertempuran kemerdekaan, Soe Hok Gie adalah tokoh keturunan Tionghoa yang patut untuk diteladani. 

Lahir di Jakarta, 17 Desember 1942, Soe Hok Gie adalah aktivis reformasi yang menentang kediktatoran pemerintahan Indonesia saat itu. Ia sangat gencar menyuarakan pemikirannya melalui tulisan yang dipublikasikan di koran Kompas, Sinar Harapan, Harian Kami, Mahasiswa Indonesia, hingga Indonesia Raya. 

Bisa dibilang bahwa Soe Hok Gie adalah salah satu pelopor gerakan mahasiswa yang mengkritisi pemerintah. Bahkan banyak yang meyakini bahwa Gie adalah salah satu kekuatan yang berhasil menumbangkan pemerintahan Soekarno. 

Gie meninggal di usia yang sangat muda pada tahun 1969, tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Ia meninggal ketika mendaki Gunung Semeru bersama dengan teman-temannya. 

Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak pejuang keturunan Tionghoa lainnya yang mungkin tidak mendapatkan sorotan. Kegigihan mereka patut untuk dikenang dan diteladani. Mari bersama-sama menjaga Indonesia dan hilangkan semua sentimen rasial agar bangsa kita bisa lebih maju di masa mendatang.*** 

Dikutip Dari;

7 Tokoh Indonesia Keturunan Tionghoa, Ada yang Jadi Presiden Loh,

 



Komentar

Opini

KERIS JAWA DI MASA DAMAI,

Puisi - Puisi Trisa,

SOSOK SRIKANDI INDONESIA YANG MENDUNIA