SANG PEMIMPIN YANG LAHIR DARI RAHIM IBU PERTIWI,

Mengawali tulisan ini, tentu saja berharap Bapak Jokowi tetap dalam kondisi sehat walafiat bersama keluarga, karena semua orang tahu, Bapak memiliki kesibukan yang extra luar biasa dimana hanya menyisahkan 2-3 jam sehari untuk istirahat termasuk waktu untuk keluarga, karena begitu sibuknya mengurusi negeri ini. Sekali semoga Bapak sehat2 saja dan terus bekerja dan bekerja demi kemaslahatan rakyat dan mengantar Indonesia menuju negara yang disegani dunia.


Sama sekali saya tidak mengenal Bapak, dan Bapak juga tidak mengenal saya, tapi itu tidak menjadi masalah sebab Bapak telah  mengokohkan keyakinan saya sampai detik ini, Bapak adalah orang baik yang harus dilindungi. Bapak adalah orang yang sungguh luar biasa, yang tetap tegar menghadapi sejuta hujatan, cacian tanpa solusi hingga detik ini. 


Dan Bapak hanya mau bekerja dan bekerja, terbang dari satu kota ke kota lainnya menelusurinya hingga kepelosok daerah terpencil sekalipun tanpa rasa lelah dan berkeluh kesah. Semua Bapak lakukan hanya semata-mata ingin memastikan pembangunan dan program yang sementara berjalan, apa sudah sesuai atau tidak? Itu pun masih sebagian orang di negeri ini menganggapnya sebagai pencitraan. 


Tapi sudahlah, semua itu membuat saya semakin sadar dan memahami bahwa negeri ini tidak ada bedanya dengan negeri para bedebah yang sama sekali tidak menyukai orang jujur dan sederhana seperti Bapak. Mengapa? Karena mereka terganggu, mereka sulit lagi melakukan korupsi dimana sebelum-sebelumnya begitu bebas kongkalingkong dan mentilep uang rakyat. 


Apalagi kondisi saat ini Bapak tekadang kesal dalam menghadapi suatu kondisi yang tak pernah diduga sebelumnya yaitu situasi pandemi covid 19. Tapi dibalik semuanya, Bapak begitu tegar dengan empaty ketulusan yang sungguh mulia dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia agar tidak menderita dan terpuruk lebih jauh lagi. Tapi ironisnya, ternyata para pendengki tetap saja sibuk kasak-kusuk terus ingin menjatuhkan Bapak dengan cara yang licik penuh tipu daya yang mengatasnamakan rakyat. 


Bukannya mau bersatu bersama-sama melawan virus corona, tapi justru mereka seenaknya menyebarkan virus kebencian, fitnah dan hoax. Mereka seperti memancing di air keruh penuh nista, tak perduli lagi dengan musuh bersama yang bernama Corona hingga membuat rakyat banyak yang merana. Bahkan mereka ingin menyudutkan Bapak dengan isu murahan seolah pemerintahan Bapak tidak mampu mengatasi virus ini dengan tujuan menghilangkan kepercayaan rakyat, walau entah rakyat mana yang mereka maksudkan? 


Saya tahu dan sangat memahami langkah Bapak yang tidak mau gegabah walau digempur berbagai seruan dan desakan politik. Bapak tetap kokoh dan bersiteguh memikirkan rakyat dengan segala konsekuensinya. Bapak dalam keadaan yang tidak nyaman, sedang menghadapi banyak virus. Selain virus corona, juga virus iblis politik busuk yang ingin mengacaukan kepemimpinan Bapak.


Saya salut dan bangga atas kehati-hatian Bapak dalam mengahadapi masa-masa sulit ini. Dimana Bapak begitu mencintai rakyat Indonesia sehingga bersedia menerima resiko apapun itu melalui kebijakan yang sungguh berani dalam menggelontorkan dana yang tidak sedikit jumlahnya bahkan nilainya mencapai ratusan triliun rupiah demi rakyat yang membutuhkannya! Terimakasih ya…Pak, dan jangan lupa pesan kami, abaikan saja semua caci maki yang ada, termasuk ulah para politisi busuk yang memiliki niat jahat dalam memanfaatkan situasi ini untuk mendelegitimasi kepemimpinan Bapak.  



Pak Presiden, apa pun langkahmu, kami tetap dukung, dan tetaplah membangun semangat optimisme dalam kebersamaan demi mewujudkan Indonesia maju, agar negeri ini dihargai dan disegani dimata dunia dan yang paling terpenting semua rakyat Indonesia berharap Bapak dalam waktu yang tersisa dapat mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, dan negeri tetap damai. 


Kami sadar dan juga memahami bahwa tidak ada manusia yang tidak memiliki kekurangan, dan dibalik kekurangan pasti akan ada kelebihan yang dimiliki, sama halnya dengan Bapak juga manusia biasa seperti kami. Tapi setidaknya Indonesia harus bangga punya pemimpin yang begitu dicintai oleh rakyatnya dan Bapak adalah seorang putra terbaik bangsa yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi. ***


Catatan ; Ilustrasi gambar 6 tahun yang lalu disaat Konser Salam 2 Jari berlangsung di Gelora Bung Karno menjelang Pilpres 2014. Ibarat lautan manusia memberikan dukungan dan cintanya akan lahirnya  sosok pemimpin yang sederhana, jujur yang lahir dari rahim ibu pertiwi bernama Jokowi.  



Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,