RUU Perjanjian MLA RI – Swiss Disetujui, Kira-kira Apa Yang Akan Terjadi?


Sejak dilantik Presiden di 2014, 6 tahun lalu, keseriusan Jokowi dalam menghajar para koruptor, benar-benar patut diacungin dua jempol sekaligus. Prioritas utama Petral dulu harus bubar dimana tak satupun Presiden tidak bisa melakukannya, dan dampak coba bayangkan negara bisa menghemat Rp 250 miliar per hari. Itu per hari bagaimana kalau sebulan atau setahun. Bayangkan saja! 

Tidak sampai disitu, kina lagi mengejar lumbung-lumbung penyimpanan hasil bisnis haram hasil kongkalikong para mafia dan makelar impor migas yang berpuluh-puluh tahun lamanya menggarong uang negara.

Dan kini tinggal selangkah lagi Pemerintahan Jokowi akan menarik uang yang ada di luar negeri berkisar antara 7000-11.000 triliun. Pertanyaannya masih adakah uang itu di Swiss? "Kalau ada yang ngomong enggak percaya, saya buka datanya sekarang. Kalau diperbolehkan, tapi karena tidak diperbolehkan. Yang tahu hanya saya, Menkeu, Dirjen Pajak, itu aturan mainnya," Begitu kata Presiden Jokowi saat berbicara dalam acara sosialisasi "tax amnesty" di Balikpapan, Senin (5/12/2016) yang lalu.

Presiden mengatakan, uang yang tersimpan di luar negeri sangat besar, jika dibandingkan dengan APBN kita hanya berkisar Rp 2.000 triliun. "Ini ada Rp 11.000 triliun. Coba bayangkan. Ngapain kita harus narik uang negara lain, uang kita sendiri ada. Hanya mau atau tidak mau uang itu kita harus bawa ke dalam. Tapi memang syarat-syarat harus kita punyai agar yang memiliki uang merasa nyaman membawa uangnya masuk," ungkap Jokowi.

https://money.kompas.com/read/2016/12/06/054254026/jokowi.rp.11.000.triliun.di.luar.negeri.apbn.hanya.rp.2.000.triliun

Tanggal 3 Juli 2020 kemarin, DPR sudah mengesahkan RUU Treat on Mutual legal assistance in criminal matter betwen the Republik Indonesia and the Swiss confederation (MLA RI- SWISS) sebagai payung hukum untuk merampas kembali uang milik rakyat Indonesia yang di rampok Klan penguasa masa lalu. Dan rakyat Indonesia ingin tahu siapa saja pemilik uang itu? Bakalan heboh deh.....

Undang-Undang tersebut nantinya akan menjadi platform kerja sama hukum, khususnya dalam upaya pemerintah melakukan pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi (asset recovery). Dan selanjutnya hasil penandatanganan ini akan disahkan dalam Rapat Paripurna pada 14 Juli 2020 mendatang.

http://dpr.go.id/berita/detail/id/29280/t/RUU+Perjanjian+MLA+RI+%E2%80%93+Swiss+Disetujui

Lalu….., apakah pemilik uang hasil rampokan itu akan berdiam diri dan pasrah uangnya di sita begitu saja oleh negara? Tak terbayangkan seperti apa kondisi negeri ini jika betul-betul dieksekusi. Ini bakalan ramai lagi, sebab pemiliknya kemungkinan besar tidak akan tinggal diam apalagi melongo saja. Mereka akan bersatu berkolaborasi dengan satu mata rantai tujuan yaitu menggagalkannya.

Akan lebih mudah ditebak! Kedepan Jakarta akan kembali diramaikan aksi-aksi demo berjilid-jilid dengan skala besar dan disertai berbagai ragam isue untuk melegitimasi Presiden Jokowi. Seberapa kuatkah dana mereka akan digelontorkan?

Bukankah selama ini dana mereka sudah terkuras dan tidak membuahkan hasil! Dan seberapa hebatkah mereka akan mempengaruhi massa jalanan, yang orang-orangnya itu-itu juga? Kita santai saja menunggunya, karena Pemerintahan Jokowi terlalu kuat untuk mereka hadapi, dan kita tunggu akan muncul tontonan gratis yang membuat banyak orang akan tertawa. Apalagi pilihannya hanya dua kata ; Melongo atau melawan? Memang sulit pilihannya.***



 


Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,