PILIHAN POLITIK GIBRAN,UNTUK WARGA SOLO…


Tampilnya Gibran secara resmi diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) dalam Pilkada Solo langsung disambut dengan isu politik dinasti oleh lawan2 politiknya. Tapi justru sama sekali saya tidak  melihat adanya nuansa tuduhan itu. Sebab deskripsi dinasti dalam pemahaman saya, adalah bentuk kekuasaan yang diwariskan secara turun temurun dalam sebuah negara kerajaan atau monarki. Sedangkan Indonesia adalah negara yang menganut sistim demokrasi dimana kedaulatan tertingginya ada ditangan rakyat.

Nah, apakah masih pantas tuduhan itu, terlebih membangun stigma dinasti secara berlebihan terhadap keluarga Presiden Jokowi? Ini aneh dan baper yang dilakukan oleh pihak2 yang takut kalah dalam sebuah pertarungan politik. Masih kuat dalam ingatan saya pada saat pemilihan Cagub DKI Jakarta, ada juga anak mantan Presiden bernama Agus Murti yudhoyono diusung oleh Partai Demokrat, kok tidak dipermasalahkan oleh mereka?

Bukankah Presiden Joko Widodo sudah menegaskan berulangkali bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi apapun yang dilakukan anak-anaknya. Terlepas apakah itu keinginannya menjadi pengusaha, penjual martabak dll, biarlah menjadi sebuah keinginan dan pilihan atas kehendak Gibran sendiri. Sebab semua orang di negeri ini termasuk “ Gibran “ memiliki hak yang sama yang dijamin konstitusi untuk memilih dan dipilih dalam sebuah konstentasi politik, dan tinggal rakyat Solo yang menentukan pilihannya.

Yang jelas “ Gibran “ telah memenuhi syarat dari  semua proses tahapan dan mekanisme partai termasuk undang2 pilkada terpenuhi, kenapa tidak! Biarlah pilihan politik “ Gibran “ menjadi pilihan warga Solo sekaligus menginspirasi anak-anak muda milenial yang ada di negeri ini untuk berani tampil sebagai talenta-talenta muda untuk bertarung menjadi calon pemimpin masa depan.

Apalagi Gibran memiliki track record atau rekam jejak yang cukup bagus dimata warga Solo yang sukses menjadi pengusaha muda dalam mengembangkan bisnis UKM secara mandiri tanpa intervensi pihak2 manapun termasuk orang tuanya sendiri, apalagi Gibran termasuk sosok yang sangat dicintai oleh warga Surakarta terlepas embel-embek nama besar Ayahnya. Gibran punya potensi besar dalam meraup suara dan memenangkan pilwalikota Solo.

Ada satu hal yang menarik dari Gibran  seperti yang diungkapkan sebelumnya "Jika jadi pengusaha, saya hanya bisa menyentuh anak buah saya. Namun dengan menjadi pejabat, saya akan bisa menyentuh lebih banyak orang dengan kebijakan saya" Sebab menjadi pejabat, itu bukan melulu soal kekuasaan. Menjadi pejabat adalah menjadi orang yang mampu menghadirkan negara untuk mengayomi masyarakat.”Silahkan tonton video pengakuan Gibran terkait tuduhan politik dinasti” terhadap dirinya.


"Saya kan ikut kontestasi, bisa menang bisa kalah, bisa dicoblos, bisa tidak. Jadi tidak ada kewajiban untuk mencoblos saya. Ini kan kontestasi bukan penunjukan" ujar Gibran saat mengklarifikasi soal dinasti politik pada webinar PDI Perjuangan (24/7/2020). Dirinya juga bahkan mengaku heran dengan tudingan tersebut. Pasalnya, dalam sistem demokrasi, rakyatlah yang berkuasa menentukan pilihan. "Jadi kalau namanya dinasti politik itu, dimana dinasti politiknya? Saya juga bingung kalau orang-orang bertanya seperti itu", ujarnya menambahkan.

Gibran, sosok anak muda yang sadar bahwa pemimpin dimasa mendatang adalah orang-orang yang semestinya sanggup mengadministrasi keadilan sosial. Pemimpin yang dipundaknya memikul kebijakan bagi hajat hidup bangsa & negara sehingga sebuah  keniscayaan pilihan warga Solo pada desember mendatang akan memberikan dukungan suaranya ke anak Bapak Jokowi ini.

Perlu diketahui bahwa warga Surakarta sama sekali tidak terpengaruh dengan isu ini, namun tetap akan dipakai oleh lawan2  politiknya untuk menyerang Gibran menjelang pertarungan yang akan berlangsung pada desember mendatang. Hanya timbul dalam benak saya, apakah setelah memenangkan kontestasi mampukah Gibran membuktikan kemampuannya? Hanya memberi kesempatan ke Gibran, dan biarlah waktu yang menjawabnya. Yang jelas prediksi saya Gibran Rakabuming Raka akan menang telak dalam kontestasi pemilihan wali kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020.

Dan prediksi saya angka diatas 70 persen Gibran akan menang, seperti apa yang pernah dicapai oleh Ayahnya terpilih selama 2 periode sebagai walikota Solo. Seiring dengan proses waktu berjalan apakah ada calon lain yang berani bertarung melawan Gibran?  jangan-jangan justru Gibran hanya akan bertarung melawan kotak kosong sehingga kemenangan Gibran, tinggal menunggu waktu saja.***

 Aditya Mahya

 


Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,