NKRI ISTANA KITA BUKAN ISTANA KHILAFAH.


Bangsa yg besar adalah bangsa yg dapat saling menghargai perbedaan dalam keberagaman Agama, suku, ras, budaya dlm bentuk toleransi. Ini cita2 para pahlawan pejuang pendiri bangsa Indonesia yg di rumuskan secara bersama sama dalam mufakat hingga terbentuknya REPUBLIK INDONESIA yg tertuang di UUD 45 sebagai landasan dasar hidup bernegara dan berbangsa dlm sebuah negara Republik Indonesia dg azaz pancasila dan Bhineka tunggal ika.

Hingga bangsa di proklamirkan pada tanggal 17 agutus 1945 yg terwakili oleh dua tokoh proklamator yg hingga kiamat tdk mungkin dapat di rubah dlm bentuk apapum yakni SUKARNO dan HATTA.Seiring usia kemerdekaan yg mulai di tata oleh anak bangsa ini denga gigih dan kucuran keringat berjibaku membangun negeri mulai ada aral yang harus di lalui yakni th 1948 agresi militer belanda dan di susul pemberontakan madiun oleh komonis di bawah pimpinan Mussho.
Setelah semua itu berhasil di lalui walau dengan begitu beratnya membangun bangsa ini para tokoh bangsa berjibaku dengan kejamnya waktu yang tidak pernah mau kembali setelah berlalu.Di saat bangsa ini mulai mendapat kepercayaan dunia internasional kembali muncul aral yg begitu besar yakni peristiwa kelam G30S PKI th 1965 yang membawa bangsa kepusaran kehancuran dan lebih miris lagi ada manusia yang tega menjadi dalang (suharto) untuk kepentingan busuk sebuah kekuasaan berkonsfirasi dengan pihak asing tanpa rasa iba sama sekali.

Dia (suharto) berhasil menyingkirkan sang tokoh Proklamator denga tipu daya licik dan keji. Yg mana hingga akhir hayat sang proklamator teronggok bak sampah di mata Suharto yang perlakukan sebagai tahanan rumah tanpa ada rasa perikemanusian hingga akhir hayat Nya (sukarno).
Seiring waktu terus berputar tanpa ada jeda walau sedetikpun suharto makin gila dengan kekuasaannya, siapapun yang di anggap menjadi musuh politik ia selesaikan denga caranya sendiri yakni melenyapkan atau memenjarakan seberat mungkin hingga menyiksa fisik dan mental. Hal ini memicu perlawanan dari kaum Intelektual muda bangsa ini yg bersatu besama rakyat melengserkan sang penguasa durjana dari kursi kekuasaan hingga terjadi Reformasi 1998.
Setelah suharto lengser kelompok reformis mulai menata bangsa ini dengan cita rasa demokrasi yang mulai di bangun secara menyeluruh di setiap sendi sendi birokrasi dan masyarakat secara luas. Rupanya kebebasan ini di manfaatkan oleh sekelompok manusia bertopeng agama untuk merusak sendi sendi tatanan berbangsa dan bernegara dlm satu kerangka NKRI.
Ajaran ini adalah di sebut KHILAFAH,

Khilafah yang sejati anti demokrasi dan keberagaman beragama dan berbudaya, mereka mempunyai target merangkul atau mencari pengikut pada kalangan bawah, menengah dan atas. Yang masing masing sidah di tata fungsinya secara sistemik dan teroganisir ;
* Yakni kalangan bawah akan di jadikan pion atau umpan untuk menyerang sesama kalangan bawah denga bahasa yang tidak mengenal tata kerama atau sopan santun terhadap orang yang berbeda pandangan dlm beragama atau haluan politik, di garis ini di bangun jiwa radikal berani mati demi pemimpin mereka yg menjanjikan surga jika mati syahit dlm melaksanakan tugas dari pimpinan.

* Kalangan menengah yang berfungsi menghimpun dana dan merekrut pengikut baru dan memberi doktrin terhadap pengikut baru sesuai arahan atasan secara berjenjang. Dan terus menebar proganda dengan bebagai isue sensitif dan krusial, di antaranya ada isue kebangkitan pki, manusia penista agama dan krimilisasi ulama.

Nah isue ini di hembuskan secara terus menerus secara terstruktur dan masif. Lihat saja dalam setiap ada kesempatan di manapun itu mereka selalu meneriakkan dengan pengeras suara yang tujuannya meyakinkan masyarakat agar terpegaruh dan mempercayai mereka.

* Kalangan atas ini adalah kalangan intelek dan berduit yang punya kepentingan untuk meraih kekuasaan. Mereka tidak banyak namun punya power yang luar biasa untuk mendanai dan menyusun strategi politik busuk.
Di sini mereka menyusum strategi yg menakutkan,

Yang mana umat beragama yang tidak sefaham dengan mereka akan langsung mendapat lebel KAFIR. Tidak terkecuali ormas Islam besar yg ada di negara ini yakni ada tiga. Mereka sengaja memecah belah umat beragama dgn tuduhan terbalik yaknj kriminilisasi ulamak dan anti Islam. Jika kita telaah mereka ini sangat licik dan piawai mempermain sentimen negatif. Karena dengan cara ini mereka akan lebih instan mencapai tujuan. Mereka teriak anti komonis namun mereka menggunakan teori Komonis itu sendiri secara terang terangan walau berselimut Agama.
Sadarlah wahai anak bangsa ku,

Bangsa ini dapat menjadi besar karena kita kaya keberagaman dan toleransi dlm perbedaan. Bukan KHILAFAH. Begitu banyak contoh bangsa di timur tengah yang sudah hancur bercerai berai oleh KHILAFAH akan kalian rela bangsa ini hancur seperti bangsa tsb? Saya rasa masih banyak anak bangsa ini cinta akan kemajemukan dan toleransi dalam perbedaan.
Mari kita lawan mereka dengan cara berfikir cerdas gunakan akal dan kemampuan kita bersama untuk melindungi bangsa ini dari faham KHILAFAH.
SALAM ANAK NKRI
Putra Bumi Sriwijaya.
Bandar lampung 20 juli 2020
Pukul 00,26 wib.

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,