Mana Enak, Hidup Di Jaman Jokowi Atau Jaman Orde Baru,


Saya mencoba menrefleksikan pendapat pribadi saya terkait apa yang disampaikan Rhenald Kasali melihat perubahan pola perekonomian di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo; https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4451161/rhenald-kasali-bicara-ekonomi-ri-lebih-enak-dibanding-masa-lalu. Yang artinya hidup era Jokowi jauh lebih enak dari pada jaman Orba.
Makanya saya heran kalau ada yg mengatakan enak dijaman dulu. Dan semakin heran lagi kalau dikatakan ekonomi di jaman Jokowi hidup semakin susah. Setahu saya yang merasakan susah sekarang itu hanya orang pemalas yang tidak mau kerja keras. Hanya mau dapat duit banyak dengan cara enteng bikin hoaks lalu bersekongkokol dengan koruptor dan provokator karena yang suka kongkalikong tdk bisa nyolong lagi.
Dulu, bagaimana sulit dan takutnya mahasiswa melakukan demo dan berorasi menyatakan pendapatnya. Harus punya nyali dan bertarung nyawa. Itupun banyak mahasiswa yg hilang dimasa itu, membuat orangtua mereka pada nangis. Mereka bukan cuma ditembak aparat. Tetapi juga diinjak-injak sepatu lars dan nyawanya meregang. Mereka juga dihadapkan dgn laskar2 berjubah, muncul pasukan berjubah agama yg menyerang mahasiswa pakai bambu runcing. Dan penjarahan dibiarkan merajelela.
Dulu, kalau naik bis tidak ada Acnya, Bro. Yang ada copetnya dimana-mana. Bahkan mereka pada bawa belati. Sampai-sampai penumpang harus pasrah dirogoh dan diperas secara paksa oleh para pencopet. Preman jangan tanya lagi, di setiap sudut jalan dan pusat perbelanjaan mereka berkeliaran mencari mangsa. Sekarang transportasi sangat nyaman. Banyak pilihan, ada ojek,ojol, grab, ada MRT, kereta cepat dll. Pokoknya nyaman dan murah lagi!
Dulu, kita makan paling-paling nasi dengan kecap atau garam, kalau ada krupuk, tempe plus sambel sudah topcer,bro. Kalau sempat makan ikan, ayam atau daging pakai lauk itu sudah luar biasa. Sekarang mau makan tinggal pesan online. Mau makan apa saja, semua ada. Enak, kan!
Begitu halnya dengan mudik. Dulu itu, minta ampun susahnya setengah mati. Naik kereta semua orang rebutan sampai masuk lewat jendela kereta dan bawa kardus--kardus bau ikan asin, bukan koper. Toiletnya pada kotor dan busuk. Anak-anak kita kegencet-gencet. Tak ada celah kosong. Orang bisa tidur sambil berdiri. Calonya sangat banyak gentayangan. Uang disaku dan didompet bisa diembat calo dan tukang copet. Pokoknya ngeri deh.
Dulu isteri dan anak2 kita mau beli baju susah dan mahal, sekarang lebih murah dan praktis tidak perlu keluar rumah cukup menggunakan gedget karena e-commerce bisnis jaring daring dibuia oleh pemerintah. Ada tokopedia, buka lapak dll. Tinggal milih.
Sama halnya, dulu kalau orang Surabaya naik mobil atau kereta ke Jakarta butuh 15-20 jam. Sekarang cukup berapa jam saja. Dimana-mana ada jalan tol, kereta cepat membuat banyak pilihan. Sekarang airportnya baru-baru dan cantik-cantik. Pelabuhannya apalagi pada keren semua.
Sekolah-sekolah tidak terdengar lagi ada yg roboh karena koruptor disikat habis. PNS-nya sudah digaji lebih baik, kontrolnya jauh lebih kuat,tidak bisa menggunakan anggaran seenaknya, apalagi SPJ fiktif membuat sebagian PNS dongkol dan membenci Jokowi.
Dulu, korupsinya menggunung. Sebab anak-anaknya mantan penguasa di zaman Orba ngambil proyek2 besar secara serakah dan bekerjasama dgn para kroninya selama puluhan tahun lamanya. Merekalah yg menjadi role model awal para koruptor. Mereka merusak nilai2 pradaban bangsa.
Akhirnya efeknya hingga sekarang. Jokowi menjadi sasaran mereka untuk dilengserkan. Jokowi terus menerus direcoki dengan berbagai isue palsu seperti anti islam bahkan menuduhnya keturunan PKI. Dan lain-lain sebagainya. Ada apa kita ini?
Dulu kita malu kalo ngaku jadi orang Indonesia pas jalan2 ke luar negeri. orang asing memandang kita rendah. Miskin prestasi. Jalanannya buruk, ambles, macet, banyak lubang, gak menarik. Jembatannya dulu juga sempit dan reyot sampai2 anak sekolah harus bergelantungan mengerikan.
Begitu halnya nyari duit seribu perak saja saat itu susahnya minta ampun. Sekiranya dulu itu sudah ada WA, Instagram, Twitter dan FB dan kita bisa saling komen pendapat seperti sekarang! Tak terbayangkan apa yang terjadi? Paling besoknya kita-kita bisa tinggal nama dan hilang tak tau rimbanya. Sekarang enak bebas berpendapat diiklim demokrasi dijaman now.
Kekerasan menjadi hal yg biasa. Intimidasi dan intoleransi menjadi lumrah. Jangan sampai itu terulang kembali di negeri yg sudah diperbaiki oleh para ulama, umaroh hebat dan pemimpin negeri sebelumnya seperti Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Es Be Ye dimana sudah mengembalikan militer ke baraknya untuk fokus ke pertahanan dan keamanan.
Dan sekarang di Jaman Jokowi tentara dan polisi lebih humanis dan lebih profesional khususnya TNI kita membuat Indonesia bangga dimata dunia.
Sekarang para oknum yg dulu gagal melanjutkan kekuasaannya secara diktator mencoba menyerang kembali dan kompak bersuara lantang dengan memanfaatkan orang-orang lugu dengan memanipulasi "sorga". Bahkan begitu garangnya mengkafirkan dan menganjing-anjingkan orang.
Sungguh ironis, orang-orang baik dibenci, diserang menggunakan senjata pemusnah massal, "hoax” alias berita bohong. Semua serba palsu. Kita semua ditakut-takuti seakan-akan besok Indonesia tak ada lagi jika Jokowi terus memimpin Negeri ini.
Seakan-akan kita semua rakyat Indonesia akan sengsara hidupnya. Kasarnya seolah kita semua ini akan semakin miskin. Semua kemajuan dilihat dari kacamata mereka justru dianggap kemunduran.
Padahal faktanya kita justru tengah menuju negara yg makmur. Jumlah orang miskin terus menurun, daya beli masyarakat meningkat, ketimpangan turun, harga-harga terkendali. Memang ada yg berubah, seperti orang2 sekarang senangnya resign atau pindah kerja sehingga kesannya banyak yg menganggur. Padahal mereka lebih punya pilihan dan orang tua mereka lebih kaya dari orang tua kita dulu.
Sekarang kita bisa menikmati perjalan panjang dengan nyaman dan cepat, termasuk di Sumatera, Kalimantan termasuk di Indonesia paling timur, khususnya saudara-saudara kita yang ada di Papua.
Coba lihat saudara2 kita yang bermukim wilayah2 perbatasan dan daerah terpencil sudah tersentuh dgn pembangunan Jokowi melalui Progam NawaCitanya. Dan sekarang secara perlahan manfaatnya mulai dirakasakan.
Sebaliknya, sekarang kelakuan mereka semakin kesetanan, dimasa pandemi covid 19 dimana rakyat Indonesia menghadapi tantangan luar biasa atas dampak yang ditimbulkan covid 19. Semua serba susah, justru mereka2 terus berkoar-koar di media sosial mencoba menciptakan kegaduhan dengan seolah-olah PKI bangkit kembali.
Bukan hanya itu, mereka terus memanfaatkan virus corona menyuarakan kebencian atas kebijakan pemerintah dalam hal penaggulangan covid 19 ini. Misalnya disaat penerapan PSBB dengan ajakan stay home, mereka protes dan marah2 cari duitnya bagaimana? Setelah diberikan kelonggaran dengan kebijakan New Normal, balik menyerang lagi dengan mengatakan ini upaya pembunuhan massal?
Lalu maunya apa? Apa kalian sudah pada gila! Intinya terus menuding pemerintah salah urus alias gagal sehingga harus Jokowi dilengserkan. Begitu kira-kira? Aneh!
Seharusnya kalian jujurlah menggunakan mata dan hati, betapa nistanya rencana busuk kalian mau tertawa diatas kesusahan orang banyak. Memanfaatkan rakyat untuk dibenturkan dengan pemerintah hanya mendapatkan kekuasaan melalui nafsuh birahimu itu. Seharusnya kalian bangga seperti sebagian besar rakyat Indonesia yang mencintai negeri ini agar tetap kokoh dan damai.
Sekali lagi buka mata kalian, manfaatkan gadgetmu untuk membrowsing berita-berita dunia. Jangan gedgetmu hanya digunakan memproduksi hoaks. Ingat barang itu dari hari kehari semakin basi dan tidak laku lagi, Bro.
Mau tahu Indonesia sekarang dibawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia muncul sebagai kekuatan baru yg nyata di dunia. Dia mampu mengambil Freeport kembali ke tangan ibu pertiwi.
Para mafia migas pada menjerit. BUMN kita pada dibersihkan semua oleh sosok Erick Tohir. Dan sekarang Indonesia dimasa periode terakhir Jokowi terus melakukan langkah-langkah bersih.
Sampai2 negara tetangga mulai segan dan iri melihat Indonesia seperti Singapura dan Malaysia. Lihat Swiss sudah menandatangani perjanjian untuk mengembalikan harta Indonesia yg disimpan para koruptor di sana. Dan masih banyak lagi langkah2 Jokowi akan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya hingga 2024 mendatang.
Tapi begitulah kalau orang baik selalu banyak yang membencinya apalagi para koruptor dan para mafia yang puluhan tahun lamanya menjarah dan menikmati orang rakyat. Dan sekarang hanya ada satu kata untuk kita yang mencintai Negeri ini “ WASPADA DAN WASPADA” Jangan sampai Indonesia jatuh ketangan para pecundang! Itu saja.***

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,