Langit Itu Namanya Buya Syafii....


Dia seorang profesor, mantan ketua umum PP Muhammadiyah memiliki kebiasaan bersepeda. Dengan kesederhanaannya itulah dia sosok negarawan yang tersisa di negeri ini. Beberapa hari yang lalu Buya Syafii sempat terusik adanya rencana diskusi yang menyoal pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama).

Buya dengan ademnya mengingatkan para pihak2 dan berpesan, seharusnya setiap elemen bangsa saling bekerja sama di masa pandemi virus Corona (COVID-19) ini. "Dalam situasi sangat berat yang sedang dipikul oleh bangsa dan negara Indonesia, kita semua perlu bahu membahu untuk mencari jalan keluar dan menenangkan publik sambil memberi masukan kepada pemerintah agar bekerja lebih kompak dan sinergis," ungkap Buya Syafii dalam keterangannya, Selasa (2/6/2020) yang dibagikan oleh mantan Direktur Maarif Institute, Fajar Riza Ulhaq kepada wartawan.

Kembali ke Buya Syafii. Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini menilai Mahutama tidak bijaksana lantaran menggelar diskusi soal pemakzulan terhadap presiden, apalagi hal tersebut dikaitkan dengan masalah konstitusional. Menurutnya, diskusi tersebut berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Pendapatnya yang sungguh bijak itu ibarat air menyiram krupuk, membuat melempemlah suara-suara segelintir manusia tak tahu diri itu.

Begitulah lelaki tua yang senang mengayuh sepedanya bernama Buya Sjafii Ma’arif: seorang profesor penerima Ramon Magsaysay Award, yang beberapa kali menolak tawaran menjadi komisaris di berbagai perusahaan raksasa milik negara. Langit memang tak pernah pamer bahwa dirinya tinggi..

“Semoga tetap sehat dan panjang umur, Buya!”

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,