KLEPON KORBAN ARABISASI,


Budaya Jawa mengajarkan filsafat kehidupan dengan banyak cara. Juga lewat kuliner. Klepon, misalnya, tak semata jajanan pasar yang manis dan gurih, oleh oleh simbok sebagai kudapan untuk tamu dan acara reriaan atau perayaan. Bagi orang Jawa klepon juga bisa dimaknai sebagai petunjuk laku hidup.
Di dalam bahasa Jawa, "klepon" berarti "kanti lelaku pesti ono". yang artinya "dengan tindakan dapatkan kepastiannya".
"Lelaku" artinya tindakan dan menjalani suatu usaha. Ikhtiar. Puasa, bertapa, giat belajar mencari ilmu, berlatih atau bekerja keras semuanya adalah "lelaku".
Makna lain dari klepon adalah "laku prihatin maka akan ada jalan keluar."

Klepon melambangkan kelembutan, ketepatan, kesabaran, keuletan serta ketelitian. Hal ini karena proses pembuatannya harus tepat dengan bahan dasar yang baik. Tidak ngasal.
Selain klepon, jajanan pasar lain yang filisofis adalah lepet - yang juga punya makna mendalam yakni “elek'e disimpen sing rapet” atau "kejelekannya sendiri disimpan rapat-rapat". Kejelekan adalah aib yang sebisa mungkin jangan pernah diumbar.
Lemper juga punya filosofi yang sangat bagus, “yen dilem atimu ojo memper” yang artinya "ketika dipuji maka hatimu jangan sombong atau berbangga diri".
Di balik panganan lontong, orang Jawa punya filosofi “olo'e dadi kotong” yang artinya "kejelekannya sudah kosong, tidak ada atau hilang".
Juga 'kupat' (ketupat) yang bermakna "ngaku lepat" (mengaku salah). Filosofi ini erat kaitannya dengan bulan Ramadhan.
Tak hanya pada kuliner yang sudah jadi . Semasa masih masih bahan, masakan pun ada pemberian nama yang filosofis. Misalnya santan atau biasanya disebut "santen" mengandung arti “sing salah nyuwun ngapunten” yang artinya adalah siapa pun yang bersalah haruslah meminta maaf.
"Apem" juga jajanan lawas sebagai panganan sekaligus pelengkap upacara tradisi. Bagian dari sesajen atau sesaji. Kata Apem mengandung arti “Afwun” dalam bahasa Arab yang bisa diartikan sebagai maaf. Jadi, dulu orang-orang tua sengaja memberi tetangga mereka apem ini dengan tujuan meminta maaf. Makanya apem rasanya manis karena mengandung arti manisnya kata-kata maaf itu sendiri.
SEBERMULA dari unggahan provokatif di media sosial "klepon tidak Islami" . Unggahan foto lengkap dengan tulisan, 'kue klepon tidak Islami' disertai ajakan, 'Yuk tinggalkan jajanan yang tidak Islami, dengan cara membeli jajanan Islami, aneka Kurma tersedia di toko syariah kami'.
Tafsir termudah adalah anti jajanan lokal dari bumi Nusantara dan beralih ke produk asing khususnya Arab.
Bisa jadi itu kerjaan iseng pengadu domba. Bisa jadi "tes ombak". Ada proyek besar di belakang ini atau sebaliknya semacam gunung es dari kondjsi sosial budaya kita. Bahwa penjajahan budaya asing, budaya Arab sudah makin berani. Terang terangan.
Kuliner China, India, sudah datang ke Tanah Air selama ratusan tahun dan kini jadi bagian budaya Nusantara. Menyusul belakangan makanan Barat, Jepang,Thailand dan Korea juga ramai di kita kota besar dan kita semua bisa menikmatinya.
Tapi tak ada satu pun dari kuliner asing itu dikampanyekan dengan agama dan upaya merusak dan menghindari kuliner lokal.
Gerai ayam goreng McDonald dan KFC - dari Amerika - bahkan menyediakan nasi untuk menyesuaikan dengan selera lokal. Tidak menyerang Ayam Mbok Berek atau Ayam Taliwang.
SUMBERNYA mudah diduga adalah agresifitas Islam Baru Trans-Nasional pro Timur Tengah (HTI - IM - Salafi, Wahabi) para kadruh yang 20 - 30 tahun terakhir berhasil mencuci otak sebagian warga Indonesia untuk menghapus Islam Nusantara, Islam yang sudah membumi dan berkebudayaan Indonesia - Islam yang sudah berurat berakar ratusan tahun.
Sasarannya adalah menyerang budaya lokal dan mengarahkan agar orang Indonesia bergaya hidup keArab-araban sebagai kampanye masif generasi radikal "Islam baru" itu.
Tak semata mata kuliner melainkan juga pertunjukan wayang dan gelungan wanita Jawa. Diharamkan agar digantikan budaya jilbab. Gaya hidup syar'i dan Islami.
Pesan yang ditawarkannya jelas : hanya dengan meniru niru Arab akan selamat dunia akherat. Pesan menumpang pada ayat agama. Karena Allah mengistimewakan suku bangsa Arab, sedangkan warga dunia lain warga kelas dua. Bahkan kafir. Calon penghuni neraka.
Proses pembodohan ini akan terus berlangsung. Karena sudah ada banyak warga yang berhasil dibodohi dan di negeri ini kebodohan mudah menular.
Kadrun sudah melata dan beranak pinak. ***

Ditulis Oleh ;



Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,

Jokowi Akan Meninggalkan Legecy Yang Akan Dikenang Sepanjang Masa,