Kita Satu Indonesia


Jika penjajahan melahirkan luka, maka sepantasnya kemerdekaan itu membayarnya kita dalam satu kata “ KITA SATU INDONESIA “ yang bersatu dalam merajut kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. 

Coba tengok dan lihatlah wajah negerimu, Indonesia. Hamparan nan jauh disana. Betapa indahnya negeriku, Indonesiaku. Beribu-ribu pulau terbentang menyimpan berjuta kekayaan hayati didalamnya. 

Sepantasnyalah kita berbangga terlahir di rahim ibu pertiwi, dimana negeri yang memiliki keanekaragaman budaya, suku, ras, agama yang kesemuanya adalah takdir Ilahi. Dari hari ke hari, bulan demi bulan bahkan berganti tahun, walau kita terpisahkan dari pulau-pulau yang berbeda, tapi kita tetap satu “ INDONESIA “. 



Mari kita tunjukkan bahwa INDONESIA tidak hanya dibangun diatas warna-warna yang kusam dan membosankan. Tapi terlukis dengan beragam warna yang akan membentuk sebuah mozaik yang indah di garis khatulistiwa.

Ingat, setitik kecil yang anda berikan untuk Indonesiamu adalah sumbangan besar untuk masa depan Indonesia yang kita cintai. Ibu pertiwi merindukanmu. Sekali lagi Ibu pertiwi rindu akan setiap tangan, setiap kaki, setiap mata, setiap telinga anak-anak bangsa yang kreatif, bukan anak-anak bangsa yang pembenci.***

Komentar

Opini

KERIS JAWA DI MASA DAMAI,

Puisi - Puisi Trisa,

SOSOK SRIKANDI INDONESIA YANG MENDUNIA