Kasus Denny Siregar Pintu Masuk Selamatkan Negara,


SELAMATKAN BUMN,

Penangkapan tenaga "outsourching" Telkomsel Surabaya, menjadi bukti nyata bahwa di TELKOMSEL ada seorang kadrun bernama Febriansyah Puji Handoko. Dialah yg memberikan info ID Denny Siregar kepada Wahyu Budi Laksono untuk disebarkan melalui akunnya Opposite6890. Kejadian ini berakibat fatal, membuat manajemen Telkom dan Telkomsel menjadi resah karena ini terkait trast atau kepercayaan publik.
Dimedia sosial menjadi tranding dimana rata2 para pengguna provider Telkomsel ikut galau bahkan mengancam tidak lagi akan menggunakan kartu Telkomsel jika kasus ini tidak diusut setuntas-tuntasnya. Jika ini terjadi? Kemungkinan besar saham Telkom akan anjlok, dampaknya akan merugikan negara juga.
Tapi kita berharap ini tdk terjadi, yang terpenting pihak Telkomsel tidak ngeyellah, setidak-tidaknya punya keseriusan dan komitmen untuk menuntaskan kasus ini dengan membersihkan orang-orang yang selama ini tidak sejalan dengan ideologi negara. Dan langkah2 bersih harus dilakukan tanpa pilih kasih siapapun mereka, apapun jabatan dan kedudukannya! Untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Sebab ini menjadi pertanyaan besar bagaimana mungkin ID pelanggan bisa ada ditangan karyawan kontrak dengan status outsourcing lalu memberikan kepada orang lain? Sama sekali tidak masuk akal, malah justru menimbulkan dugaan kemungkinan ada "orang" yg memiliki jabatannya atau posisi tertentu di Telkomsel yang memberikan data ID pelanggan kepada karyawan kontrak itu!
Dugaan ini perlu segera dibuktikan oleh aparat hukum, karena ini terkait kerahasiaan ID pelanggan yang sangat steril oleh suatu sistem. Dan ini hanya dapat diakses oleh orang2 tertentu yang memiliki posisi tertentu juga level tertentu katakanlah top manajemenlah yg memegang kunci password untuk membuka server tersebut.
Tidak ada pilihan lain, sudah saatnya pemilik saham harus hadir dan bersuara meyakinkan publik bahwa akan melakukan langkah2 serius untuk membersihkan virus2 yg selama ini mengotori Badan Usaha Milik Negara dengan pemahaman atau ideologi diluar ideologi negara. Sebab sangat berbahaya bahkan lebih berbahaya dari virus corona yang perlu segera dibasmi hingga ke akar akarnya.

MOMENTUM SELAMATKAN NEGARA,

Inilah momentum yang sangat ditunggu dari kekuatan negara untuk membongkar siapa mereka? Ini sangat berbahaya dan menjadi ancaman terhadap stabilitas keamanan negara.
Coba bayangkan, sekiranya nomor telepon para petinggi negara, anggota Badan Intelejen, dan para perwira tinggi yang ada di kesatuan TNI-POLRI yang memangku jabatan strategis untuk kepentingan keamanan negara termasuk anggota Densus 88 beserta keluarganya semuanya pengguna proveder Telkomsel kemudian ID nya disalah gunakan, atau dibeberkan kemudian diberikan kepada para kelompok teroris, apa yang terjadi? Sungguh mengerikan!
Olehnya itu, kita berharap BIN, Lemhanas, Kapolri, TNI, Kominfo, Menpan, Mendagri dan semua kementerian termasuk BUMN menjadikan momentum skandal ini menjadi skala prioritas untuk melakukan tindakan "bersih bersih".
Dan tidak hanya fokus pada urusan data nomor pelanggan yang tersebar saja, tapi harus lebih jauh dari itu dengan cara segera melakukan screaning terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan2 BUMN yang tidak setia terhadap Pancasila,UUD45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Kasus Denny Siregar harus menjadi pintu masuk oleh kekuatan negara untuk mengungkap siapa mereka, dan dari kelompok mana mereka itu?

MENGUNGKAP JARINGAN HAIKAL HASAN,

Beberapa hari terakhir jagat media sosial dihebohkan oleh pertarungan sengit (twitwar) antara @xdigeeembok (El Diablo) dengan @opposite6891(Opposite 6890).
Setelah aksi ceroboh yang dilakukan oleh @opposite6891, yang telah menyebarkan data pribadi Denny Siregar di Telkomsel itu ke publik, lalu dibongkarlah oleh @xdigeeembok. Dan ditemukan beberapa fakta menarik.
Salah satunya adalah, kita jadi tahu bahwa ternyata selama ini, Telkomsel dihuni oleh kaum kadal gurun, para haters pemerintahan Jokowi itu.
Setelah itu, muncul lagi fakta menarik berikutnya dimana secara gamblang @xdigeeembok, memunculkan nama Haikal Hassan selaku pendana bagi @opposite6891.
Dimana konon Haikal Hassan telah mentransfer sejumlah uang ke salah satu rekening bank milik Opposite6890, yang belakangan diketahui memiliki dua KTP itu, yakni atas nama Wahyu Budi Laksono (KTP Jakarta Timur) dan Irsan Rauf (KTP Kota Denpasar), demi melancarkan aksinya membongkar data pribadi Denny Siregar untuk selanjutnya disebarluaskan ke publik.
Pertanyaannya sekarang, ada apa gerangan sehingga Haikal Hassan terlibat dalam permainan busuk itu? Apa kepentingannya sehingga ia rela merogoh koceknya untuk mendanai @oppsoite6891?
Okelah, katakanlah Haikal merasa tersinggung dengan unggahan Denny Siregar karena ia dan kelompoknya merasa dilecehkan. Tapi saya pikir itu bukan hanya Haikal saja yang tersinggung.
Ada banyak pihak tentunya. Lalu kenapa hanya Haikal yang memberikan uang kepada @opposite6891? Jawaban pastinya hanya akan kita ketahui dari Haikal sendiri sebagai penyandang dana, dan Opposite sebagai penerima dana.
Tidak mungkin seorang Haikal akan mengakuinya! Jika tidak, suatu saat nanti akan terbongkar setelah Haikal dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangannya.
Oleh karenanya kita hanya bisa mencoba melakukan analisis dengn pertanyaan sederhana, “Apakah uang itu berasal dari uang pribadi Haikal Hassan atau ia hanya perantara saja?" Bisa ya, dan bisa tidak.
Tapi jika saya ditanya, saya akan menjawab bahwa Haikal hanya perantara saja. Sangat mungkin ada orang besar di balik uang tersebut. Siapakah orang besar itu? Baca ulasan lengkapnya di; https://seword.com/politik/ganyang-haikal-hassan-w3BkyN1r6i

MEMBONGKAR PENUMPANG GELAP,

Kasusnya baru dimulai, eeeh tiba-tiba muncul penumpang gelap yang ingin memanfaatkan kasus Denny Siregar dengan cara melakukan gugatannya kepada Telkomsel dengan angka fantastis 15 Trilyun. Tentu saja spekulasi ini menimbulkan kecaman bukan saja dari pihak lowyer Denny Siregar termasuk para netizen ikut berspekulasi ada apa semua ini?
Kuasa hukum Denny Siregar, yakni Muannas Alaidid mengatakan bahwa class action tersebut bukanlah dari pihak Denny Siregar. Tim Denny Siregar sama sekali tidak ikut-ikutan menggugat materi dan dengan sengaja ingin membuat bangkrut negara gara-gara Telkomsel tekor.
Kemudian #digembok” juga ikut marah karena keterlibatannya mengungkap kasus ini bukanlah bertujuan memiskinkan negara melainkan untuk membongkar dan membasmi kadal gurun-kadal gurun yang ada di Telkomsel.
Ternyata para penggugat ini muncul menjadi penumpang gelap untuk memanfaatkan kasus kebocoran data pribadi Denny Siregar lalu menyampaikan class action melawan Telkomsel. Tujuannya ingin mengambil angin dari kasus badai tersebut. Untuk membebaskan Telkomsel dari kadrun.
Sebaliknya justru Denny Siregar akan dijadikan tumbal. Semua orang percaya dan meyakini sosok Denny Siregar bukanlah tipe orang haus uang. Setahu saya selama ini Denny Siregar adalah orang yang konsisten membela NKRI, karena kecintaannya terhadap negara ini.
Akhirnya #digembok” kembali mengungkap siapa penumpang gelap itu dengan membuka dua nama tim advokasi pelanggan Telkomsel yang akan diforensik dalam waktu dekat ini.
Dan saya cukup yakin bahwa #digembok ini sepertinya sedang tiki-taka dan saling umpan dengan Denny Siregar, bahwa yang dimaksud bukan hanya akan turun di Telkomsel melainkan para pengarung dan penikmat angin dalam kasus ini. Aji mumpung banget lu gugat Telkomsel 15 T! Situ pendukung Anies?
Sepertinya hari-hari ke depannya akan semakin seru karena selain kadrun yang kejang-kejang, ada juga para penikmat angin yang siap merinding.
Saya dukung proses hukum tetap berjalan namun jangan sampai Denny Siregar ikut-ikutan menggugat negara dengan ganti kerugian yang begitu besar.
Gugaran 15 triliun itu merupakan gugatan yang sangat tidak masuk akal. Terlalu besar untuk orang-orang memiskinkan negara. Baca selengkapnya; https://seword.com/politik/beringas-digembok-ancam-bongkar-orang-yang-aji-5DFaC0WUuA

Komentar

Opini

KERIS JAWA DI MASA DAMAI,

Puisi - Puisi Trisa,

SOSOK SRIKANDI INDONESIA YANG MENDUNIA