JABATAN YG MUBAZIR DAN TERIAKAN KADALUARSA.

Saya merasa begitu banyak retorika pemikiran yg loncat2 dan terkesan usang untuk di teriakan oleh seorang mantan panglima TNI. Disaat Dia menjabat tdk pernah teriak isue kebangkitan komonis/pki namun begitu pensiun dia mulai berteriak kencang bank irama Drume Musik Rock lengendaris Metalicca. Hal ini memunculkan begitu banyak tanda tanya di benak saya yg selalu gerah dgn apa yg lantunkannya "Isue kebangkitan komonis" yg sudah terkubur dan mati sekian puluh tahun.

Mengapa dia baru berteriak sekarang?
Mengapa dia tdk memanfaatkan jabatannya setidaknya melakukan penyelidikkan saat jabatan tinggi di institusu TNI di pundaknya, dan melakukan sebuah oprasi militer dg meminta izin pada Presiden.
Saya sangat yakin jika hal ini di lakukan pada saat menjabat panglima TNI dgn sangat mudah di lakukan dan mustahil Presiden tdk meluluskan pemohonannya untuk membasmi komonis/pki jika memang ada wujudnya. Namun hal itu tdk pernah Ia lakukan sama sekali. Malah sibuk dg memutar film retorika dlm sebuah rekayasa sejarah penguasa busuk(orba) yg melegitimit diri sendiri sebagai pahlawan pembasmi komonis di tanah air ini.
Disaat pensiun Dia mulai sibuk membangun idiom paranoya kebangkitankomonis/pki yg menyebabkan tumpulnya logika kita, jika kita percaya apa yg di sampaikan justru saat Dia tdk menjabat lagi sebagi Panglima TNI. Ini ada semacam teori konspirasi masalalu untuk menggiring opini rakyat bahwa pemerintah gagal melindungi pancasila yg memang bertetangan dgn faham komonis. Yg bertujuan demi sebuah kepentingan kekuasaan yg terpendam agar terjadi distrush terhadap pemerintah sekarang.
Jika ini sdh di kuasai maka dgn mudah untuk membangun sebuah gerakan people power.
Yg tujuannya sdh bisa kita baca bersama yakni penurunan paksa jabatan Presiden. Namun Ia lupa bahwa rakyat sekarang bukanlah rakyat yg dulu yg mudah terhasut dan terusulut secara emosional politik, yg mana rakyat sekarang lebih rasional dan sangat bijak menamggapi dari setiap isue demi isue yg bertebaran di media sosial.

Walau tdk menutup kemungkinan ada rakyat yg percaya dg teriallannya. Yaitu kaum yg buta sejarah dan pemuja orba. Yang ikut latah berteriak mengikuti iramamu. Namun kami bukanlah golongan mereka.
Salam NKRI.
Dari putra bumi sriwijaya.
Bandar lampung
19 mei 2020
Pukul 12,26
Ditulis Oleh; Sincen Hower

Komentar

Opini

KERIS JAWA DI MASA DAMAI,

Puisi - Puisi Trisa,

SOSOK SRIKANDI INDONESIA YANG MENDUNIA