IDEOLOGI KHILAFAH SANGAT BERBAHAYA


Kalau tidak salah, sewaktu pak Tjahyo Kumolo ini menjadi Mendagri pernah mengeluarkan statement seperti ini yaitu "ASN terlibat ideologi khilafah akan diberhentikan tidak hormat."
Tapi pada kenyataannya sampai sekarang hanya 1 atau 2 orang yg masuk berita ada ASN dipecat karena berideologi khilafah padahal diyakini oleh masyakarat bahwa ASN yg terlibat ideologi khilafah jumlahnya ribuan mungkin bisa ratusan ribu. Lalu kenapa bisa begitu ?

Karena pemerintah hanya menyatakan UU sebagai peringatan bukan sebagai pencegahan atau eksekusi dan tentu itu diabaikan oleh ASN yg terlibat, mereka akan santai saja kalau hanya peringatan karena sulit mendeteksi apa paham atau ideologi seseorang tanpa penilitian, penyelidikan dan penyidikan.

Kalau memang pemerintah serius memberantas ideologi khilafah dikalangan ASN / BUMN harusnya lakukan screening kepada seluruh ASN / BUMN tanpa terkecuali dari pegawai paling bawah hingga paling atas dan siapapun yg terbukti terlibat langsung pecat tanpa diberikan tunjangan maupun pensiun karena itu sebuah konsekwensi.
Ketegasan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberantas ideologi ideologi yg bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45, karena ini sudah bukan urusan remeh temeh dan bukan urusan yg bisa diabaikan atau asal asalan. Ini urusan Ideologi Bangsa Indonesia jadi ideologi bangsa jangan hanya menjadi simbol, jangan hanya jadi pajangan dalam Konstitusi Negara dan jangan hanya sebatas diucapkan saja, harus dijalankan dan diimplementasikan tanpa kecuali.
Akan sangat berbahaya kalau ideologi khilafah atau ideologi ideologi selain Pancasila dan UUD 45 dibiarkan atau dilakukan pembiaran berkembang di negara Indonesia tanpa penanganan khusus dan serius karena pembiaran itu akan menjadi pembenaran dan berkembang yg akhirnya tanpa ada yg bisa mencegah.***

Ditulis Oleh ;

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,