GIBRAN CALWAKOT SOLO BUKAN POLITIK DINASTI,



Gibran Rakabuming Raka akhirnya lolos sebagai peserta kontestan Calon Walikota Solo dalam Pilkada mendatang. Gibran memang masih muda tapi dia sudah banyak belajar tentang politik kerakyatan dari apa yg sudah dilakukan oleh Pak Jokowi ketika memimpin sebagai Walikota Solo, Gubernur Jakarta dan Presiden RI dua periode
Saya yg pernah menjadi Relawan Jokowi dan sekarang mendukung Gibran maju sebagai konstestan dalam Pilkada Solo tapi dukungan saya bukan berarti euforia karena pernah mendukung Jokowi selama dua periode di pilpres, bukan berarti asal bapak senang, bukan berarti Gibran anak seorang Presiden
Tapi dukungan saya ke Gibran dikarenakan sudah melihat sendiri sosok Gibran adalah orang yg tidak suka memanfaatkan situasi atau tidak mau menggunakan kesempatan karena Bapaknya seorang Presiden bahkan Gibran merasa biasa saja menjadi anak seorang Presiden karena Gibran merasa bahwa hidupnya yg bertanggung jawab adalah dirinya sendiri bukan Bapaknya atau orang lain.

Gibran cukup membuka usaha yg sederhana saja dan tidak muluk muluk yang penting dia bisa sendiri bahkan pernah suatu ketika Gibran naik pesawat kelas ekonomi menuju Surabaya untuk menemui koleganya dan tanpa pengawalan khusus sebgai anak seorang Presiden dan itu artinya Gibran dalam bisnisnya tidak mau melibatkan fasilitas Bapaknya sebagai Presiden RI
Kalau toh ada yg menuduh pencalonan Gibran sebagai Walikota Solo adalah politik dinasti tentu hal ini wajar tapi berlebihan karena tidak terbukti sama sekali Gibran mendapat dukungan secara politik dari Pak Jokowi, Pak Jokowi memberikan ruang sebebas bebasnya kepada anak anak untuk berdemokrasi, apapun pilihannya asal baik dan wajar wajar saja Pak Jokowi mendukung tapi bukan karena kekuasaaan, contohnya adalah ketika Kahiyang gagal dalam tes CPNS Pak Jokowi tidak melakukan intervensi apapun kepada lembaga negara yg membidangi, Pak Jokowi mungkin justru menasehati Kahiyang agar bersabar dan mencoba lagi tes mendatang
Gibran dengan kehidupannya adalah sosok mandiri yang tidak tergantung pada orang lain dan biasanya orang yg berkarakter seperti ini adalah orang jujur dan apa adanya tanpa pencitraan dan tanpa bermanis manis muka didepan umum, Jadi inget ketika Gibran sedang menunggu giliran diperiksa di klinik untuk memeriksakan kandungan istrinya untuk anak yg pertama, tidak ada prioritas dan tidak ada perlakuan khusus sebagai anak Presiden dan ketika Gibran berbicara dengan sesorang di suatu acara dia membawa es teh dalam kantong plastik dengan sedotan, dalam pikiran saya saat itu "sangat luar biasa orang ini.. anak seorang Presiden tapi penampilannya apa adanya dan tidak merasa dia adalah anak Presiden jadi betul kata dia bahwa dia biasa saja menjadi seorang anak Presiden"
Gibran boleh ikut kompetisi Calon Walikota Solo dan Gibran boleh berdemokrasi untuk berpolitik, soal jadi apa tidak semua ada ditangan rakyat karena pilihan itu adalah demokratis tidak ada yg memaksa dan tidak ada yg melarangnya.***

Ditulis Oleh ;

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,