|| Doa Tulus di Hari Ulang Tahun Ke-59 Bapak Joko Widodo

 
Tidaklah berlebihan jika saya dari 167 juta rakyat Indonesia secara pribadi ikut saling berbagi dan melengkapi kebahagiaan Bapak di hari ulang tahun yang ke 59 hari ini minggu, 21 Juni 2020 dan disaat tanggal yg sama 21 Juni 1970 adalah tanggal wafatnya Bung Karno.
Tidak terlepas dari wujud kecintaan saya atas waktu, pengorbanan dan segela bentuk kerja keras yang telah Bapak berikan untuk bangsa ini. Dengan kesempatan yang baik ini hanya doa tulus yang bisa saya berikan sekaligus menyampaikan “ Selama Ulang Tahun yang ke-59,” Semoga Bapak senantiasa diberi umur panjang, kesehatan, kebahagiaan, ketabahan dan keberkahan didalam memimpin negeri ini sehingga membawa kemaslahatan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Dihari ulang tahun Bapak yang ke 59 ( 21 Juni 1961 – 21 Juni 2020 ), ada kesan menarik sebagai anak bangsa dimana begitu banyak mendapatkan contoh dan pembelajaran dari seorang pemimpin negara yang memiliki kesederhaan, ketulusan, kejujuran dan tekad bekerja yang begitu luar biasa didalam membangun negeri ini.
Dan saya meyakini semua ini akan menjadi legecy untuk para generasi penerus bangsa, bahwa sesungguhnya Bapak Jokowi adalah pemimpin yang ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa didalam mengangkat derajad bangsanya dimata dunia setelah Bapak Proklamator Soekarno memproklamirkan kemerdekaan.
Kesederhaan, ketulusan, kejujuran dan tekad kerja keras Bapak didalam upaya mewujudkan keadilan dan kesejehteraan rakyat menjadikan Bapak begitu dicintai oleh rakyat. Kesederhanaan lahir dan bathin itu, terlihat sejak Bapak sekeluarga menempati sebuah kontrakan yang berlokasi di bantaran sebuah sungai di Solo. Terpaan berbagai cobaan sudah Bapak lewati beserta rintangannya. Luar biasa Pak.
Mohon maaf Pak Jokowi disaat ulang tahun ke 59 saya mengangkat sedikit kisah masa lalu Bapak dimana saat itu Bapak harus memboyong istri dan anak-anak hidup berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya. Begitu halnya di saat Bapak digusur oleh Pemerintah Kota Solo dari bantaran Kali Pepe dimana harus hidup menumpang di kediaman seorang kerabatnya di daerah Gondang. Maaf ya Pak.
Inilah bentuk kesempurnaan dari Yang Maha Kuasa yang telah membangun karakter Bapak beserta keluarga dalam bentuk kesedrhaan dan kemuliaan yang kemungkinan besar akan sulit lagi didapatkan seorang pemimpin seperti Bapak hingga puluhan tahun kedepan setelah Bapak menyelesaikan tugas di tahun 2024 nanti.
Sekali lagi hanya doa tulus yang bisa terucap dari lubuk hati yang paling dalam untuk Bapak. Saya tahu dari sekian ratus juta rakyat Indonesia begitu banyaknya mengatakan bahwa Bapak telah mampu memberikan contoh dalam bentuk kesederhaan, namun secara pribadi saya mengatakan bahwa Bapak tidak lagi sederhana melainkan terlalu sederhana untuk ukuran kepala negara.
Tapi begitulah kehendak Yang Maha Kuasa yang perlu disyukuri oleh segenap bangsa ini bahwa sesungguhnya kita bangga memiliki pemimpin yang sejati dan negarawan yang lahir dari rahim ibu pertiwi dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Sedikit cerita tentang kesederhanaan Bapak yang perlu saya ungkapkan disini disaat Bapak merayakannya besok tepat diusia 59 tahun.
Ini hanya contoh kecil dari sekian banyaknya contoh kesederhanaan yang Bapak berikan untuk bangsa ini. Kala itu Bapak masih menjadi Walikota Solo. Lalu ada pertemuan di rumah seorang petinggi di republik ini di daerah Senayan. Bapak hadir seorang diri dengan berkendaraan taksi tanpa ada yang mendampingi Bapak. Kemudian turun dari taksi menyalami para penyambut tamu dengan senyum khas Bapak. Kata sederhana itulah terdengar!
Jelas sederhana, selevel pejabat birokrasi biasanya ada ajudan, sopir atau sekretaris pribadi walaupun hanya sekedar menenteng tas kecilnya. Padahal saat itu Bapak sudah cukup terkenal karena proyek adanya mobil Esemka di Solo. Dan yang paling saya kagumi disaat Bapak merayakan hari ulang tahun ke 59 hari ini adalah kerja keras Bapak tanpa mengenal lelah terhadap bangsa dan negara ini begitu luar biasa.
Tak pernah ada kata mengeluh. Bahkan Bapak begitu peduli dengan rakyat sehingga tidak lagi memiliki waktu untuk istirahat apalagi waktu untuk keluarga. Semua waktu Bapak habiskan hanya memikirkan kepentingan rakyat. Sedangkan gelombang berbagai fitnah, hujatan, kritikan, nyinyir dan lain sebagainya hingga detik ini terus menyerang Bapak tanpa henti-hentinya.
Anehnya semua masalah yang muncul dinegeri ini menurut sebagian orang diarahkan menjadi kesalahan Bapak. Sungguh tidak adilnya bangsa ini! Tapi sudahlah Pak, yang penting Bapak senantiasa diberikan kesehatan kekuatan dalam menghadapi badai yang sengaja dimunculkan oleh orang2 yang membenci Bapak.
Tapi ingat Pak, mayoritas rakyat Indonesia sangat mencintai Bapak. Percayalah doa kami yang tulus ini akan menjadi sumber kekuatan yang tidak terkira dalam menghadapi badai sedahsyat apapun yang Bapak hadapi. Karena kami meyakini Bapak adalah pemimpin yang ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa untuk negeri ini untuk membawa masa depan Indonesia yang lebih baik. " SELAMAT ULANG TAHUN BAPAK JOKOWI YANG KE 59".

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,