Cinta Jokowi Untuk Papua,



Joko Widodo sejak terpilih presiden 2014 yang lalu sudah menunjukkan betapa cintaannya pada rakyat Papua. Kecintaan Jokowi dibuktikan dengan besarnya perhatian untuk datang mengunjungi rakyat Papua, dan itu sudah 7-8 kali.


Dengan jumlah kunjungan itulah menjadikan Papua sebagai propinsi yang paling sering dikunjungi. Maka tidak heran setiap kedatangannya pasti mendapatkan sambutan yang begitu luar biasa dari rakyat Papua khususnya Mama-mama Papua.
Bumi Cendrawasih merupakan pelapas rindu dan dahaga Jokowi. Mengapa? Karena Jokowi begitu tulus ingin membangun Papua, ingin mensejahterahkan rakyat Papua, bahkan Jokowi dengan jumlah kedatangannya ke Papua mengisyaratkan betapa hormatnya kepada rakyat Papua. Karena, rakyat Papua juga menyayangi Bapak Jokowi. Ibarat sepasang suami istri yang sulit dipisahkan.
Air mata dan peluh Jokowi menyuburkan tanah Papua, kendati ada orang atau kelompok tertentu yang belum mau menerima bahkan membencinya, terutama kelompok2 separatis yang terus menguyak-nguyak Papua.
Akan tetapi, rakyat Papua percaya, dalam gelombang cobaan sebesar apapun, Jokowi tetap mengasihi Papua dan Rakyat Papua pun hatinya ada dan untuk Jokowi karena ketulusan dan ikatan ini tidak tidak dapat di dustakan.
Coba dengarkan apa kata rakyat Papua dan Mama-mama Papua setelah menikmati kerja keras yang dilakukan pemerintahan Jokowi dalam membangun berbagai sektor yang ada di Bumi Cendrawasih.
Lihat jembatan Holtekamp dengan panjang 732 meter dengan lebar 17 meter. Jembatan ini menjadi makskot baru Papua, jembatan yang sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat khususnya untuk urusan pengiriman logistik.
Sejumlah pasar juga dibangun dan direvitalisasi. Pasar Mama Jayapura dibangun khusus bagi mama-mama Papua agar mereka bisa berdagang secara layak.
Pasar Mama di Sorong, Pasar Mama di Manokwari dan sebagainya. Ada belasan pasar yang dibangun pemerintahan Jokowi yang berskala kabupaten/kota dalam empat tahun terakhir di Papua dan Papua Barat.
Jalan Trans Papua,
Jalan Trans Papua, yang membentang dari Sorong hingga Merauke sepanjang 3.545 kilometer tentu menjadikan ruas jalan terpanjang yang dimiliki Indonesia. Bertahun-tahun lamanya, kota-kota di Papua dan Papua Barat tak tersambung satu dengan yang lain dengan jalan raya.
Moda transportasi yang diandalkan adalah pesawat terbang. Itupun sangat tergantung pada cuaca yang kadang tidak menentu. Akibatnya, ekonomi berbiaya tinggi sulit dihindari.
Sekarang keberadaan ruas-ruas jalan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Papua, dimana mampu memperlancar arus logistik sehingga mampu menekan harga, terutama di wilayah pegunungan yang sekian lama terisolasi.
Bahkan Jokowi adalah Presiden Indonesia yang berhasil menjadikan harga bahan bakar minyak (BBM) satu harga tak sekedar slogan tetapi sebuah kenyataan.
Jokowi memang sangat mencintai Papua dan menginginkan daerah itu bangkit dari ketertinggalannya. Ia sangat paham dan mengerti bakat dan kemampuan generasi muda Papua dan Papua Barat sehingga Papua sekarang sudah memiliki stadion berstandar internasional bernama “ Stadion Papua Bangkit “ di atas lahan seluas 13 hektar, dan dibangun dengan biaya APBD Papua senilai Rp 1,3 triliun dengan kapasitas 45.000 penonton.
Masih banyak hasil kerja lain yang telah dilakukan Presiden Jokowi di Papua dan Papua Barat. Dan semua inilah menjadi alasan mengapa rakyat Papua begitu mencintai Jokowi! ***

Komentar

Opini

RAMALAN GUS DUR SOAL SOEHARTO HINGGA JOKOWI TERBUKTI MUJARAB! BAGAIMANA KE AHOK? MUNGKINKAH TERWUJUD?

Inilah Wajah Jalan Kemajuan Dari Lampung Ke Aceh,

]] Mengenang Kembali ; “ Kisah Duka, Dalam Wafatnya Soekarno”,